|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
23 Januari 2008
|
|
Rotinsulu: Hasil Varietas
Prima 1 Capai 12 Ton per Hektar
|
Menyikapi adanya keraguan petani di Bolmong, bahwa benih jagung varietas Prima 1 bisa saja hasilnya pucat sehingga tidak memiliki nilai jual sebagaimana benih yang biasa ditanam selama ini, Kepala Dinas Pertanian Sulut, Herry Rotinsulu saat memberikan pencerahan bahwa kekhawatiran tersebut tidak beralasan dan terkesan hanya dibuat-buat.
Bahkan Rotinsulu optimis, potensi hasil dari benih varie-tas Prima 1 ini bisa mencapai 12 ton per hektar apabila di-kelola dengan baik sesuai petunjuk yang telah ditentu-kan. Serta hasilnya pun tidak berwarna pucat, melainkan kuning kemerah-merahan. “Varietas jagung Jaya 3 atau dikenal dengan nama Jaya Prima 1 warnanya kuning ke-merah-merahan. Sedangkan Jaya satu yang warnanya ku-rang pucat tidak lagi dipro-duksi. Jadi kepada petani khususnya di Bolmong tidak perlu khawatir,” terangnya.
Sedangkan varietas lain juga, lanjut dia, belum tentu bagus. Ia pun membeber, bahwa tahun lalu ada juga benih je-nis bisi 2 yang dita-nam pe-tani tapi tidak tumbuh dengan baik apa-lagi mengha-silkan tongkol dua tidak menjadi kenyataan.
“Untuk itu, petani diimbau tidak terprovokasi oleh manu-ver distributor varietas terten-tu, juga tidak terpengaruh oleh pembeli jagung yang me-ngatakan hanya membeli ja-gung yang warnanya kuning. Sebab pabrik pakan ternak tidak mensyaratkan seperti itu apalagi sekarang permin-taan jagung sangat banyak sedangkan produksi masih terbatas. Sementara harga di tingkat petani berkisar Rp 1800 sampai Rp 2000 per kilogram,” ungkapnya lagi.
Rotinsulu pun menjelaskan, bahwa varietas benih Prima 1 yang disalurkan buat petani Bolmong, tak hanya untuk ditanam di atas areal 2000 hektar, tapi sampai 3000 hek-tar. “Benih yang disalurkan saat ini berasal dari APBN Perubahan 2007. Sedangkan untuk tahun APBN 2008 ini, Bolmong mendapat bantuan benih jagung utnuk ditanam di 5000 hektar. Benih itu disalurkan oleh Dinas Perta-nian Propinsi ke setiap kabu-paten dan kota se-Sulut, tapi penyaluran di Bolmong yang terbesar,” paparnya.
Besarnya jatah untuk Bol-mong itu, lanjut dia, karena selama tahun 2007, Bolmong didaulat sebagai daerah di Sulut yang terbanyak mem-produksi jagung. Di mana total produksi jagung Sulut tahun 2007 mencapai 407 ribu ton, sementara dari Bol-mong sebanyak 158 ribu ton. “Kami berharap, untuk tahun 2008 ini, ada petani jagung Bolmong yang berhasil se-hingga dapat diundang ke Istana Negara untuk diberi-kan penghargaan dari presi-den,” katanya. “Karena Bol-mong adalah sentra pangan, pusat juga telah menyetujui utnuk memberikan bantuan bibit kedelai untuk 2500 hek-tar dan bibit padi di areal 1800 hektar,” imbuh dia lagi.(tus)
|
|