|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
23 Januari 2008
|
|
Hari Raya Galungan,
Kemenangan Melawan Kemungkaran
|
Hari Raya Galungan juga diperingati sebagai hari ke-menangan betara indra sebagai lambang dharma (kebaik-an) melawan Maya Denawa sebagai lambang adharma (kejahatan) seperti, mencuri, membunuh. Di mana Hari Raya Galungan ini dirayakan setiap Rabu umanis wuku galungan, tepatnya setiap 210 hari sekali.
Ini diungkapkan Ketua Pa-risada Hindu Dharma Indo-nesia (PHDI) Sulut, Ir Suryono MT, Selasa (22/01) kemarin. Di mana, pada hari raya ini Umat Hindu memuja Tuhan Yang Maha Kuasa (Sang Hyang Widi Wasa) dengan segala manifestasinya sebagai Maha Pencipta (Brahma), Maha Pemelihara (Wisnu), Maha Pelebur (Siwa) ketiga dunia. Sekaligus mengucap manghayu atas segala wara anugerahNya kepada semua makhluk di dunia.
Ditambahkan Suryono, di-mana pada hari ini, Rabu (23/01) petang dilakukan upacara persembahyangan di pura-pura yang sudah dihiasi pen-jor (bambu dililit janur) dan pengangge (hiasan kain) dan umbul-umbul, diikuti oleh seluruh Umat Hindu. “Untuk Manado sendiri persembah-yangan akan dipusatkan di Pura Jagaditha Taas. Selan-jutnya Hari Raya Galungan diakhiri dengan upacara per-sembahyangan pada hari Sabtu wuku kuningan yang jatuh sepuluh hari kemudi-an,” ujarnya.
Dikatakannya, di mana pa-da Hari Raya Galungan ini umat Hindu Sulawesi Utara khususnya di Manado, Kota-mobagu dan Bolaang Mongon-dow merasa berbahagia kare-na, bisa merayakan bersama Pandita Ida Pedande Made Gunung dari Bali yang sebelum-nya telah berkenan memberi-kan Dharma wacananya (khot-bah) pada 5-6 Januari 2008.(aan)
|
|