|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Induk |
23 Januari 2008
|
|
Minyak Tanah Kembali Langka
|
Pemerintah Kabupaten Minahasa nampaknya harus memberi perhatian khusus bagi ketersediaan Minyak Tanah (MT). Pasalnya, sejumlah warga di Minahasa kembali diperhadapkan dengan kesulitan mendapatkan MT.
Kondisi ini membuat resah kalangan ibu-ibu rumah tang-ga, khususnya mereka yang tinggal di wilayah Kawang-koan, Tompaso serta Lango-wan. Betapa tidak, stok MT di tingkat pengecer sering habis. Menurut sejumlah pengecer, pembagian MT dari pangkalan tak lagi menentu. “Kadang nanti satu minggu baru torang dapa minyak,” aku seorang pe-ngecer di Langowan.
Sementara itu, sejumlah IRT mengaku bahwa untuk men-dapatkan MT, mereka terpak-sa merogoh kocek lebih. Sebab harga MT di tingkat pengecer sering dinaikkan secara sepi-hak. “Yah, biar mahal torang tetap beli. Soalnya kalo nyan-da, torang pe dapur so nyanda mo ba asap,” tutur Ibu Nina, seorang warga Tompaso sem-bari menambahkan kalau harga MT di tingkat pengecer sering mencapai Rp 2.500 per botol.
Pada bagian lain, sejumlah kalangan mendesak pemkab untuk segera bertindak cepat, mengantisipasi berlanjutnya kalangkaan MT di beberapa wilayah Minahasa tersebut. “Paling tidak, suplai MT dari pihak agen ke pangkalan, bah-kan hingga ke pengecer, di-awasi secara ketat. Sebab bisa saja terjadi kong-kalingkong antara agen dan pangkalan, begitu juga pangkalan dengan pengecer,” ujar generasi muda Langowan, Henly Monangin STh dan Revelino Toar.(dav)
|
|