CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Minahasa Selatan 

23 Januari 2008

Diduga tidak sesuai bestek 
Proyek Pelabuhan Fery Mobongo Dinilai Amburadul 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Investasi ratusan miliar 
Luntungan Resmikan PT Cargill di Amurang
Buntut kebakaran Kantor KB-KS 
Lengkong Berkantor di Rumah Sendiri
Lintas Berita Minsel

Rencana pihak Pemkab Minsel untuk bisa secepatnya membuka jalur transportasi laut dengan menggunakan jasa angkutan pelabuhan fery yang saat ini terletak di Desa Mobongo, Kecamatan Amurang Barat, tampaknya bakal sia-sia. 
Pasalnya, meski saat ini diketahui dana anggaran yang diambil dari APBN pusat senilai Rp 5 Miliar tersebut namun sangat disayangkan itu masih bersifat pemancangan tiang. Sehingga itu diduga tidak sesuai bestek yang ada dan akan merugikan warga Minsel yang sangat mengharapkan dibukanya jalur transportasi laut yang menghubungkan sejumlah kabupaten/kota se Indonesia. 
Hal ini diungkapkan tokoh masyarakat Minsel, Maxie F Rasubala, kepada harian ini, (22/01) kemarin. Menurutnya, bagaimana mungkin proyek yang telah menelan dana sekitar Rp 5 miliar yang disalurkan melalui Departemen Perhubungan pada akhirnya harus dikerjakan secara asal-asalan oleh pihak kontraktor, dan ini tidak mendapat kontrol atau tindakan dari pihak Pemrop Sulut atau instansi terkait yakni Dinas Perhubungan Sulut. 
Untuk itu, dikarenakan proyek pelabuhan fery ini terletak di kabupaten Minsel dan sesuai jadwal harus selesai atau dioperasikan pada tahun 2008 ini, maka pihaknya meminta perhatian Pemprop Sulut untuk dapat memantau dan mengawasi jalannya pembangunan pelabuhan fery tersebut. 
“Ini jelas sudah tidak masuk akal. Masakan proyek pelabuhan perikanan cuma Rp 3 miliar sudah megah sekali, sedangkan pelabuhan Fery Rp 5 miliar, masih dalam taraf pemancangan tiang,” tukas Rasubala. 
Menanggapi keluhan tersebut, Juru bicara Pemkab Minsel, Drs Benny Lumingkewas menyatakan masih akan berkoordinasi lagi dengan pihak pemprop, khususnya Dinas Perhubungan Sulut. Hal itu dikarenakan proyek pelabuhan fery tersebut merupakan dana dekon yang diambil dari APBN. “Keluhan pelabuhan fery itu sudah pasti akan ditindak-lanjuti pemkab. Dan itu masih akan dikoordinasikan dulu,” jelas Lumingkewas.(pen)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin