|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Mimbar dan Keagamaan
|
23 Januari 2008
|
|
Miskin, Karena Tidak Memiliki Etos Kerja
|
Jumlah Rumah Tangga Mis-kin (RTM) terus mengalami penambahan. Menurut Tokoh Agama Islam, Drs Amin Lase-na, seseorang bisa miskin bu-kan takdir melainkan etos kerja yang kurang, kemam-puan berpikir rendah sehing-ga, cenderung untuk dibodohi dan ditindas.
“Islam tidak mengajarkan umatnya untuk hidup keku-rangan atau miskin. Malahan menganjurkan untuk selalu hidup berkecukupan. Seperti dalam salah satu surat yang terdapat dalam Al-Qur’an se-cara tegas mengatakan, bah-wa Allah tidak akan merubah nasib kaumnya keculai, ia berubah sendiri.
Artinya, bahwa setiap orang harus memiliki kemauan yang tinggi dan bekerja keras agar hidupya tidak susah,” ujarnya Selasa (22/01) kemarin.
Dikatakannya, bahwa Allah itu selalu membagi-bagikan rejeki kepada umatnya, terle-bih pada waktu tengah malam sampai subuh (sebelum ma-tahari terbit). “Saat inilah kita seharusnya bisa terjaga dari tidur untuk melakukan sholat tahajut dan sholat subuh, dan insaalloh kita salah satu orang yang mendapatkan rah-mat dari Allah. Berbeda de-ngan orang yang bangunnya siang, maka ia tidak akan mendapatkan apa-apa sebab, rahmat itu telah terlewati,” katanya menam-bahkan untuk itu kita ha-rus mem-biasakan diri un-tuk bangun pagi agar tidak kehilangan rahmat dari Allah.
Oleh karena itu, katanya Is-lam nyata-nyata tidak me-nyukai kemiskinan. Pasalnya, kemiskinan merupakan ling-karan setan karena, jika kita miskin setan akan mudah mengelilingi dan mendekati kita untuk mengajak mela-kukan perbuatan-perbuatan jahat. Antara lain, mencuri, merampok, membunuh, mela-kukan pekerjaan yang haram seperti riba atau meminjam-kan uang dengan bunga yang tinggi.
“Untuk itu, agar kita ter-hindar dari kemiskinan dan lingkaran setan yang me-nyesatkan, saya mengimbau kepada seluruh umat untuk meningkatkan budaya etos kerja bukan budaya malas,” ucapnya.(aan)
|
|