|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Utara
|
23 Januari 2008
|
Kantor Gabdin Belum Dialiri Listrik, Komisi B Kecewa
Perampungan kantor gabdin tampaknya berjalan setengah hati. Buktinya memasuki pekan kedua ditempati 13 instansi, na-mun sampai kemarin kantor me-gah tersebut belum dialiri listrik.
Malah seluruh personel Komisi B yang melakukan peninjauan ke sana, Selasa (22/01) juga tak dapat menyembunyikan kekece-waannya terhadap belum terse-dianya listrik di kantor tersebut. Pasalnya, ketiadaan listrik sudah pasti menghambat pekerjaan dan pelayanan terhadap masya-rakat.
Sebelumnya Asisten II, Ir Willy Kumentas mengatakan awal pe-kan ini, kantor gabdin sudah dia-liri listrik. Senada juga diungkap-kan Kabag Umum dan Perleng-kapan, Marlon Sangian yang me-nyatakan aliran listrik dipastikan masuk Senin (21/01) sore. Sebab jaringan sudah mencapai areal kantor tersebut.(art)
Mulai 2008, Sewa Traktor Turun
Akibat seringnya petani me-nunggak bayar sewa traktor dan makin menyusutnya lahan perta-nian, penyewaan traktor dan traktor tangan tahun 2008 ini ter-paksa diturunkan. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi C, Decky Wagey, Selasa (22/01).
“Waktu tahun lalu penyewaan satu unit traktor mencapai Rp 3 juta setiap bulan, sekarang ditu-runkan menjadi satu juta perbu-lan. Sedangkan traktor tangan menjadi Rp 100 ribu dari yang dulunya sebesar 350 ribu,” kata Wagey usai memimpin Komisi C mengunjungi BPP di Dimembe dan Kalawat. Ia mengungkapkan asumsi diturunkan-nya sewa traktor kare-na banyaknya petani yang menunggak pem-bayaran sewa. Selain itu menyusutnya luas lahan per-tanian yang berpengaruh pada makin berkurangnya jam penye-waan traktor. “Ujung-ujungnya target PAD Dinas Per-tanian tahun 2007 dari sektor penyewaan trak-tor juga tak tercapai,” katanya, seraya me-nambahkan mulai ta-hun ini pengelolaan traktor dan traktor ta-ngan diserahkan ke masing-masing BPP yang tadinya dipegang langsung Dinas Pertanian. “Demi-kian juga dengan pembayaran sewa. Dulunya langsung ke dinas, sekarang ke BPP,” paparnya.(art)
|
|