|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Otonomi dan Suksesi
|
24 Januari 2008
|
|
Dicari, Kandidat yang Bersedia Bantu Biayai Pilwako
|
Keinginan Pemkot Kotamo-bagu untuk menggelar pilwako sebenarnya sudah begitu besar. Sayangya, biaya yang tersedia tampaknya masih minim, hanya berkisar Rp 1 miliar. Dana itu bersumber dari bantuan Pemprop Sulut dan Pemkab Bolmong induk masing-masing Rp 500 juta.
Untuk itu, Pemkot KK mem-buka diri bagi donatur, siapa-pun dia yang berkenan mem-bantu dana demi suksesnya pesta demokrasi perdana ini. Tak terkecuali para kandidat yang bakal bertarung mem-perebutkan kursi walikota.
“Ya, siapapun yang bersedia membantu dana untuk ke-suksesan Pilwako KK, tidak dilarang. Entah dia kandidat atau masyarakat umum, Dana bantuan itu nantinya akan dimasukkan dalam APBD Kotamobagu,” terang Sek-kot KK, Djainudin Damopolii.
Seberapa besar dana yang masih harus ditambah? Me-nurut Damopolii jumlah rillnya masih sedang dibicarakan. Yang pasti, dana yang sudah tersedia masih perlu ditambah.
“Kalau kita butuh Rp 2 miliar, lalu yang tersedia baru Rp 1 mi-liar, maka Rp 1 miliar lagi bisa dibantu oleh pihak ketiga. Yang terpenting, bantuan tersebut ber-sifat tidak mengikat,” jawabnya.
Sementara itu, informasi yang diperoleh harian ini menyebut-kan, minimnya dana yang ter-sedia bisa berakibat penunda-an pelaksanaan pilwako. Pemkot KK sendiri tidak dapat lagi mendesak Pemkab Bol-mong Induk untuk menambah dananya, mengingat saat ini induk juga sedang ‘sakit kepala’ memikirkan dana awal untuk menjalankan pemerintahan di dua calon daerah baru, Bolsel dan Boltim. Praktis, jika tidak ada pihak ketiga yang mem-bantu menutupi kekurangan, boleh jadi Pilwako KK digelar setelah 23 Mei tahun ini.
Menanggapi kemungkinan tersebut, Sekkot Damopolii me-nilai hal itu tidak jadi persoalan prinsip. Sebab dalam aturan, jabatan penjabat kepala daerah bisa saja diperpanjang satu tahun bila belum menyeleng-garakan pilwako.
“Itu jelas ada dalam aturan. Jadi tidak perlu khawatir kare-na masih ada etape kedua,” ucap pria yang oleh Salim Lanjar dijuluki sebagai Perdana Men-teri Pemekaran Tanah Tota-buan.(tus)
|
|