|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Tribun Olahraga
|
24 Januari 2008
|
|
Belum diterbitkannya surat mutasi Deisy
Sendoh: KONI Kaltim Tidak Kooperatif
|
Nasib Deisy Sumigar hingga sekarang ternyata masih me-ngambang. Pasalnya, kepinda-han atlet yang pernah menjadi primadona di cabang olahra-ganya ini belum memiliki surat mutasi dari KONI Sulut. Menurut Wakil Sekretaris I KONI Sulut, Ir Haefrey Sendoh, belum diterbit-kannya surat tersebut, karena KONI Kaltim dianggap tidak kooperatif.
Hal ini memang sempat me-ngundang polemik antara KONI Sulut dan KONI Kaltim. Bahkan lewat surat yang dikirim oleh KONI kaltim, mereka mengang-gap KONI Sulut yang tidak koo-peratif. Hal ini langsung dibantah oleh Sendoh yang menyatakan tidak benar kalau KONI Sulut tidak ingin menerbitkan surat mutas Deisy. “Buat apa mem-pertahankan atlet yang jelas-jelas tidak ingin lagi memperkuat daerahnya sendiri? Jadi tidak benar kalalu KONI Sulut tak ingin menerbitkan surat terse-but. Mereka (KONI Kaltim, red) saja yang tidak kooperatif de-ngan kami,” bantah Sendoh.
“Pernyataan mereka bahwa mereka sudah menemui KONI Sulut Juli lalu guna membicarakan status Deisy, itu juga tidak benar. Waktu itu mereka datang dalam kapasitas penyelesaian cabang olaharaga tinju dan bukan atletik. Saya yang waktu itu menjadi mediator, karena itu saya tahu benar maksud dan tujuan mereka datang. Persoalan ini telah mem-buat preseden buruk bagi cabang olahraga atletik,” tambahnya.
Lanjut kata dia, dirinya saat ini berada di Jakarta untuk bertemu dengan Kepala Biro Hukum KONI Pusat Ngatino SH guna mem-bicarakan masalah ini. Dari hasil pertemuan tersebut, Pak Ngatino menuturkan bahwa sekarang ini urusannya bukan lagi KONI Pusat, melainkan antara KONI Sulut dan Kaltim. “Pak Ngatino menjelaskan bahwa urusannya sekarang antara Koni Sulut dan Kaltim,” ucapnya.
Pada bagian lain ia menuturkan, pernah ada pembicaraan dengan KONI Kaltim terkait rencana pertemuan dengan PASI Sulut pada Desember lalu, namun saat ditunggu-tunggu, bahkan Ketua umum PASI Sulut Djenri Keintjem yang sangat sibuk telah me-luangkan waktu untuk penye-lesaian hal ini, tapi utusan mau-pun perwakilan dari KONI Kaltim tak kunjung datang. “Ini yang menjadi pertanyaan dengan sikap mereka, bagai-mana mungkin mereka menilai bahwa kami yang tak kooperatif, padahal mereka saja yang tak kooperatif,” kuncinya. Se-mentara itu, pihak KONI Kaltim belum bisa dikonfirmasi, karena saat dihubungi lewat telepon tidak diangkat, meski ada nada sambung.(sal)
|
|