|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya
|
24 Januari 2008
|
Pitoy Tetap Kepsek SD 5/81
Bitung-Rapat dengar pendapat (hearing) terkait demo penolakan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Inpres 5/81 yang baru, akhirnya menghasilkan kesepakatan sebaliknya. Pasalnya, hasil keputusan hearing, telah ditetapkan bahwa di SD tersebut tidak ada pergantian kepsek. Berarti, kepsek yang telah diganti Hermina Pitoy, kembali ditugaskan sebagai kepsek di sekolah itu.
Sedang Henny Kalensang sebagai kepsek baru yang ditolak Orang Tua (Ortu) siswa, harus kembali bertugas pada posisi yang lama sambil menunggu turunnya SK Walikota yang baru. ‘“Sudah dise-pakati dalam hearing baru-baru ini, tidak ada pergantian kepala sekolah selama belum ada SK Walikota yang baru,” kata Sekretaris Komisi A, Beatrix Takahelo SPd.(oan)
Gandaria, Parapaga dan Humiang
Digadang ke Pilkada Sitaro dan Talaud
Sejumlah pejabat eksekutif dan legislatif di Kota Bitung, be-lakangan dihembuskan untuk maju di pilkada daerah peme-karan. Diperoleh infiormasi, nama-nama seperti Jhon Gan-daria, Drs Moktar Parapaga serta Drs Edison Humiang, disebut-sebut tengah digadang sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Sitaro dan Tala-ud.
Drs Edison Huming misalnya, pejabat karir yang saat ini men-duduki posisi Asisten III Kota Bitung ini, dikabarkan telah dipinang sejumlah partai untuk ikut dalam proses Pilkada di Si-taro. Demikian juga dengan pe-ngusaha sukses yang juga ang-gota Dekot Jhon Gandaria, dida-tangi sejumlah tokoh masya-rakat Sitaro.
Sedangkan Ketua Fraksi PDIP Moktar Parapaga, diam-diam telah dijagokan sejumlah kala-ngan untuk masuk papan dua Pilkada Talaud. “Kalau memang masyarakat merindukan dan berkeinginan saya untuk maju Pilkada di Talaud, maka dengan senang hati saya akan menja-lankan amanat rakyat tersebut, karena hal tersebut adalah tu-gas dan tanggung jawab kami sebagai putra daerah untuk membangun daerah kami yang tercinta,” ujar Parapaga.
Lain halnya dengan Humiang. Mantan Kadis Diknas Kota Bi-tung ini meyakini setiap langkah dan denyut nadinya telah diatur oleh Tuhan. Oleh sebab itu Hu-miang menyerahkan sepenuh-nya kepada Sang Khalik. “ Kalau memang Tuhan kehendaki saya untuk menjadi pemimpin di Si-taro, biarlah Tuhan yang bera-cara karena semuanya itu telah digariskan dan ditentukan oleh Tuhan,” ucapnya.
Sedangkan Jhon Gandaria agak hati-hati menjawab. “ Saya rasa untuk saat ini saya belum bisa mematikan hal tersebut, karena maju dalam pilkada ti-daklah mudah dan saya sudah pernah merasakan hal itu saat ikut dalam Pilkada di Bitung. Selain kita harus siap mental juga harus siap materi karena cost politik dalam proses pilkada tidak sekadar seratus atau dua ratusan juta namun harus men-capai miliran rupiah,” tandas-nya. Meski begitu, Gandaria mengaku akan maju kalau rak-yat mendesaknya. (oan)
Luntungan Gantikan Tilaar
Bitung-Kiprah Sanny Luntungan mulai nampak di organisasi kepemudaan. Me-nyusul terpilihnya anak kandung Bupati Min-sel Ramoy Luntungan ini sebagai Ketua Ka-rang Taruna Kota Bitung, menggantikan Mikson Tilaar ST, belum lama ini.
Tampilnya Luntungan junior ini, memang sudah diprediksikan sejak awal. Di mana hampir sebagian besar peserta yang menghadiri temu karya Karang Taruna di Kota Bitung sangat mendukung salah satu penggagas Majelis Kebudayaan Minahasa di Bitung demi eksisnya Karang Taruna ke depan nanti.
“Apalagi Ketua Karang Taruna Bitung yang lama sangat legowo. Ini menandakan, suksesnya Temu Karya Karang Taruna Bitung, suskes Tilaar dengan mengorbitkan Sanny Luntungan,” tukas salah satu pengurus Karang Taruna Bitung.
Tilaar sendiri bukan tanpa jabatan selepas masa kepengurusannya berakhir. Anggota Dekot Bitung dari Fraksi PDIP ini malah dipromosikan duduk di jajaran Wakil Ketua Karang Taruna Sulut di bawah kepemimpinan Agustivo Tumundo. “Saya optimis, Karang Taruna Bitung akan semakin eksis di bawah kepemimpinan Sanny Luntungan,” nilai Didi, sapaan akrab Mikson Tilaar.(sel)
|
|