HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 

NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Ekonomi dan Bisnis

24 Januari 2008

Bank Sulut Tergetkan Penyaluran Kredit Capai Rp 1,6 Triliun 


Perkembangan Bank Sulut (BS) dari waktu ke waktu terus menunjukkan peningkatan yang positif. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah indikator perbankan. Dan peningkatan tersebut tidak hanya bersifat kuantitatif tetapi juga kualitatif.
Sebagaimana data yang disampaikan Dirut Bank Sulut, Xaverius Mapandy sampai penutupan tahun 2007 lalu, jumlah asset torang pe bank ini mencapai Rp 2,26 triliun (sebelum audit) atau naik 14 persen dari tahun 2006 lalu. Untuk tahun 2008, sesuai bisnis plan yang sudah disampaikan ke Komisaris, direksi BS menargetkan asset sebesar Rp 2,73 triliun atau meningkat sebesar 21 persen.
Demikian halnya dengan kredit yang disalurkan, jumlahnya mencapai Rp 1,16 triliun atau naik 34 persen dari tahun 2006. “Dan melihat peluang yang ada, maka untuk tahun 2008 ini kita menargetkan penyaluran kredit akan mencapai Rp 1,5 triliun atau naik 30 persen,” kata Mapandy.
Kepercayaan masyarakat terhadap BS pun, kian meningkat. Ini tercermin dari pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang juga terus meningkat. Untuk tahun 2007 ini jumlahnya mencapai Rp 1,55 triliun atau naik sebesar 6 persen dari tahun sebelumnya.
“Kenapa hanya 6 persen, itu karena adanya perubahan kebijakan pemerintah terhadap Treasury Single Account (TSA). Dana pemerintah saat ini sudah harus masuk pada awal bulan,” tukasnya dengan menambahkan, untuk tahun 2008 ini DPK ditargetkan sebesar Rp 1,9 triliun atau meningkat 29 persen.
Dalam hal kualitas kredit pun, terus terjadi perubahan. Kalau pada tahun 2006 lalu kredit produktif baru 4 persen, maka tahun 2007 ini meningkat menjadi 20 persen. Dan diharapkan pada tahun 2008 komposisinya akan menjadi 25 persen kredit produktif dan 75 persen kredit konsumtif.
“Idealnya komposisi kredit perbankan adalah 60 persen produktif dan 40 konsumtif. Kita juga tidak bisa menekan terlalu jauh kredit konsumtif karena itu adalah lumbungnya laba,” tukas mantan Hub Manager Bank Bandiri Manado ini. 
Dipihak lain pihak BS juga masih mengharapkana adanya suntikan dana dari para pemegang saham guna kelancaran pelaksanaan bisnis plan tahun 2008. “Kalau bisa Rp 15 miliar dari Pemprop dan Rp 15 miliar dari kabupaten/ kota sehingga bisa mencapai Rp 30 miliar,” kata James Salibana SE MBA yang sekaligus menambahkan bahwa program yang baik pada masa kepemimpinan direksi yang lama tetap dijalankan.(ami) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin