|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
24 Januari 2008
|
|
Meski kebutuhan semen sudah mulai terpenuhi
Antrian Panjang Masih Terlihat di Gudang Bitung
|
Walau kelangkaan semen di Sulawesi Utara mulai teratasi, namun antrian panjang tetap saja terlihat di gudang packing semen di Kota Bitung. Ironisnya lagi para pengecer semen di kota cakalang sudah mematok harga sekitar Rp 50 ribu persak, jauh diatas harga kesepakatan Rp 47.500 per sak.
Hal tersebut secara tak sengaja ditemui saat Asiren II Pemprop Sulut, Dra Mariata Kuntag bersama Kadis Perindag Sulut, Gemmy Kawatu, SE MSi melakukan sidak di Kota Bitung, Rabu (23/01) siang.
Sidak yang dilakukan Pemerintah Propinsi bersama sejumlah wartawan media cetak membuat pihak pengecer, kaget saat itu. Pasalnya sejumlah toko yang biasa menjual semen di kota Bitung ternyata kedapatan menaikan harga jual semen diatas HET sebesar Rp 50 ribu persaknya, laporan tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan mendatanggi langsung ke pihak pabrikan.
Setelah dikonfirmasi, pihak pabrikan malah belum megetahui adannya kenaikan harga pada tingkat pengecer di kota tersebut. “Harga jual pabrikan ke distributor tetap dihargai Rp 39 ribu per sak (belum termasuk ongkos angkutan). Kalau didalam kota seharusnnya pengecer menjual Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu persak, itu masih angka yang wajar,” kata Siradjudin.
Pemasaran PT Tonasa wilayah Sulut dan Gorontalo. Oleh karenannya pihaknnya akan berkoordinasi dengan Disperindag Sulut soal penataan kembali pendistribusian supaya tak terjadi lagi harga yang berbeda,” tukasnnya.
Ditambahkannya, kalau selama ini gangguan pendistribusian disinyalir akibat kurangnnya pendistribusian sejumlah pabrikan semen. “Selama ini hanya PT Tonasa yang rutin setiap bulannya memasok semen sekitar 25 hingga 40 ton setiap bulannya, sedangkan Tiga Roda dan Semen Bosowa saat ini tak lagi memasok semennya, sehingga banyak distributor antri menunggu giliran pengambilan DO. Bahkan ada juga konsumen yang terpaksa datang mengambil semen dengan membawa DO pengambilan,” ujarnnya.
Sementara itu dari pantauan kemarin, sejumlah toko besi di Kota Manado mulai menjual semen. “Semen saat ini sudah mulai mudah didapa,” ujar Cie Riri pemilik toko Cahya Manado yang mengakui menjual semen per sak Rp 48 ribu.(wel)
|
|