|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
24 Januari 2008
|
|
Soal dugaan tidak sesuai bestek proyek pelabuhan ferry
Langsung Turunkan Tim, Inspektorat Akui Ada Penyimpangan
|
Adanya dugaan penyimpangan pada proyek pembangunan Pelabuhan Ferry Amurang ternyata langsung disikapi serius pihak Inspektorat Pemkab Minsel. Bahkan, Rabu (23/01) kemarin, setelah menerima laporan dari masyarakat, tim penyidik langsung diturunkan ke lapangan untuk meneliti dugaan penyimpangan di proyek tersebut.
Menurut Kepala Badan Ins-pektorat Minsel, Max Karouw SH, penyelidikkan itu dilaku-kan adalah untuk menyelamat-kan dana anggaran pusat ber-nilai Rp 5 miliar, serta mem-perjuangkan program pemba-ngunan khususnya dalam rangka membuka jalur trans-portasi laut yang telah giat-giatnya dilakukan pemkab.
“Mulai hari ini juga (kemarin, red), kami langsung terjun ke lapangan untuk melihat dari dekat lokasi pembangunan pelabuhan ferry yang terletak di Desa Mobongo, Kecamatan Amurang Barat itu. Selain me-lihat sampai sejauh mana pe-ngerjaannya, kami juga me-mantau pemanfaatan serta mutu dari pembangunan yang direncanakan harus dibuka atau diresmikan pada tahun 2008 ini,” kata Karouw.
Menurut mantan Kepala Sat-Pol PP ini, ternyata dari hasil pe-ngamatan di lapangan, memang ada benarnya laporan atau ke-luhan warga seputar tidak se-suai besteknya pembangunan tersebut.
Pasalnya, dengan dana men-capai Rp 5 M tersebut, ternyata sekarang ini masih bersifat pa-da pekerjaan pemasangan tiang pancang. Menurutnya, ini jelas menjadi tanda tanya dan ke-curigaan yang besar. Untuk itu, dikarenakan ini sudah menjadi konsumsi masyarakat, Karouw mengaku, maka pihaknya su-dah harus terus-menerus me-mantau dan mengawasi akan pemanfaatan dana bantuan pihak Departemen Perhubu-ngan tersebut yang ditetapkan dalam APBN.
“Ini pelabuhan ferry demi pembangunan dan peningkat-an kesejahteraan masyarakat Minsel dan sekitarnya. Jadi, itu seharusnya dibangun sesuai harapan dan peruntukannya, bukan hanya asal jadi,” tegas Karouw.(pen)
|
|