|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Mimbar dan Keagamaan
|
24 Januari 2008
|
Depag Bakal Lakukan Evaluasi Haji
Kakanwil Agama Sulut, Drs H Halil Domu MSi, Rabu (23/01) mengatakan, dengan usai-nya pelaksanaan pelayanan Haji, akan dilaksanakan eva-luasi. “Hal ini guna mening-katkan pelayanan jemah haji,” katanya.
Berkaitan dengan pelayanan Haji menurut dia, Depag akan melakukan evaluasi secara menyeluruh dari persiapan, pemberangkatan, hingga se-kembalinya dari pelaksanaan Haji. “Evaluasi ini penting untuk meningkatkan pela-yanan musim haji yang akan datang, sehingga dapat dilihat di mana kekurangan dan ke-lemahan yang perlu diper-baiki,” tandasnya.
Sementara itu berkaitan de-ngan evaluasi secara nasio-nal, Domu mengatakan, pe-merintah melalui Depag RI akan melakukannya pada Februari 2008 mendatang akan “Apabila ada yang tak sukses akan dicari alasan dan jalan keluarnya. Seluruh pelaksanaan yang lalu dieva-luasi, dimana ketidaksuk-sesannya,” katanya.
Ketika ditanya berkaitan dengan jemaah haji asal Sulut, Domu menjelaskan bahwa dalam pelayanan men-dapat pemantauan langsung dari wakil rakyat di DPRD Su-lut khususnya dari Komisi D yang membidangi Kesra. “Se-belum pemberangkatan ke embarkasi Balikpapan, Kan-wil Depag mengadakan per-temuan dengan Komisi D DPRD Sulut berkaitan dengan kesiapan-kesiapan oleh pani-tia haji Sulut,” Jelasnya.
Bahkan saat di embarkasi Balikpapan tambahnya, DPRD Sulut juga melakukan pe-ninjauan langsung di la-pangan khususnya di Balik-papan hingga pemberang-katan. “Bahkan DPRD Sulut melalui Komisi D memper-juangkan bantuan untuk je-maah haji kepada pemerintah propinsi, dengan hasil peme-rintah propinsi telah menya-lurkan dana bantuan terse-but.(lex)
Pemerintah Bentuk Tim Pemantau JAI
Pemerintah melalui Departe-men Agama (Depag) menyusun Tim Pemantau dalam imple-mentasi 12 butir pernyataan Je-maah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di seluruh Indonesia.
Mengutip pernyataan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni, Kakanwil Depag Sulut Drs Halil Domu, pemerintah memberikan kesempatan pada JAI untuk mengimplemen-tasikan 12 butir pernyataannya itu. Depag akan lihat apakah JAI benar-benar mampu mem-buktikannya atau tidak. Sebab itu Depag tengah menyusun tim pe-mantau untuk mengawasi mereka.
Dalam pernyataan JAI waktu lalu yang tertuang dalam 12 butir pernyataan antara lain mencakup pernyataan dua kalimat syaha-dat, mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi penutup atau khattamun nabiyyin, Mirza Ghu-lam Ahmad pendiri Ahmadiyah hanya sebagai guru dan pemberi peringatan serta kitab Tadzkirah JAI bukanlah kitab suci.
Mengenai desakan dari se-jumlah ormas Islam yang ter-gabung dalam Forum Umat Islam (FUI) agar JAI dibu-barkan, Domu mengatakan seperti yang dikatakan Menteri Agama bahwa hal tersebut tidak perlu dan tidak menyelesaikan persoalan.
”Kita melihat melarang atau membubarkan JAI tidak me-nyelesaikan persoalan. Yang penting bagaimana kita dapat membawa JAI ke arah yang benar. Karena itu pernyataan 12 butirnya kita terima,” ujar Domu mengutip pernyataan Menteri Agama.(lex)
|
|