HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Minahasa Selatan

24 Januari 2008

Mengendapnya Rp 6,5 M DAK Pendidikan Guru Kecam Pihak BPKAD


Proses pencairan dana di pi-hak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) pem-kab akhir-akhir ini dilaporkan ba-nyak sorotan dan menimbulkan masalah. Pasalnya, setelah dana bantuan kepada para Parpol (Partai Politik) se-Kabupaten Min-sel untuk tahun 2007 senilai ratu-san juta mengendap, hal serupa dialami para guru yang ada di Minsel.
Di mana, alokasi dana pendi-dikan yang disalurkan melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2007 sebesar Rp 14 miliar, ternyata diketahui baru disalurkan sekitar 60 persen. Dan sisanya mencapai Rp 6,5 M, hingga saat ini tidak tahu keberadaannya lagi. 
Menurut salah seorang guru di Minsel yang meminta namanya tak dikorankan (23/01) kemarin, terhitung sejak Desember tahun lalu BPKAD telah berulangkali berjanji akan menyalurkan pen-cairan dana tersebut kepada gu-ru atau kepala sekolah. Namun, buktinya hingga saat ini tak kun-jung tiba. 
Kadis Diknas, John Lamia SPd ketika dikonfirmasi, membenar-kan adanya keterlambatan pen-cairan tersebut. Menurut Lamia, hingga saat ini dirinya banyak di-datangi oleh para guru dan ke-pala sekolah untuk menanyakan keberadaan dana itu. 
Menanggapi akan keluhan guru tersebut, Kepala BPKAD, Drs Boy Pandeiroth ketika dihubungi melalui ponselnya, membantah jika dikatakan dana tersebut telah dibungakan pihaknya. 
Menurut Pandeiroth, memang ada sedikit keterlambatan sepu-tar DAK pendidikan 2007. Na-mun, semuanya itu dikarenakan proses pengalihan administrasi dari tahun 2007 ke tahun 2008 memakan waktu. “Dana pendidi-kan itu masih ada, tidak benar te-lah dibungakan. Ini hanya soal proses pengalihan administrasi yang butuh waktu dan keseriu-san,” kilah Pandeiroth.(pen)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin