HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

25 Januari 2008

Kain Penutup Ka’bah
Rp 50 Miliar, Selalu Diganti Setiap Tahun


HARGA kain penutup Ka‘bah (kiswah), ternyata sangat ma-hal. Menurut Duta Besar RI di Arab Saudi, Salim Segaf Al-jufri, mencapai 20 juta real atau sekitar Rp 50 miliar. “Kiswah diganti sekali dalam setahun,” kata Salim seusai masuk da-lam Ka‘bah bersama sejumlah duta besar dan diplomat dalam prosesi pencucian Ka‘bah, Ka-mis (24/01). 
Selimut Ka‘bah terbuat dari sutera asli. Wakil Presiden, Ju-suf Kalla juga turut menyaksi-kan prosesi pencucian Ka‘bah itu, sekaligus melaksanakan iba-dah umroh atas undangan Ke-rajaan Arab Saudi. Kiswah di-hias benang berlapis emas dan perak untuk membuat sulaman kaligrafi berupa ayat-ayat Al Qu-ran dan hiasan-hiasan khusus bernuansa Islam. Tulisan itu membentuk angka V (angka tujuh dalam tanggalan Arab). Salah satu kalimat yang ditulis di kiswah Ka‘bah adalah, “Allah Jalla Jalalah, La Ilaha Illaallah, Muhammad Rasulullah”. Kain penutup Ka‘bah berukuran panjang 14 meter dan lebar 47 meter dengan berat sekitar 650 kilo. Biaya untuk membuat satu buah kiswah sekitar Rp 50 mi-liar. Sebelum dibuat sendiri di Mekkah, kiswah biasanya di-buat di Mesir dan India dan dibe-rikan ke pemerintah Saudi se-bagai hadiah.
Kiswah terdiri dari lima ba-gian. Empat bagian untuk me-nutupi empat sisi Ka‘bah, dan satu bagian lagi untuk menu-tup bagian pintu Ka‘bah. Di balik kiswah hitam, ada kain berwarna putih yang disebut Bi-thana Kiswah. Kain itu untuk meresap uap dari dinding Ka‘-bah dan menghalangi panas yang diserap dari kain kiswah yang hitam. Kain ini mengan-dung daya serap untuk meng-hindarkan panas yang berle-bihan dan mencegah dinding Ka‘bah retak.
Menurut sejarah, semasa Nabi Muhammad SAW, Nabi pernah menghadiahkan kiswah Al-washail. Nabi yang pertama kali mengiswahi Ka‘bah. Cara ini kemudian diteruskan oleh Khulafaurrasyidin, seperti Umar Bin Al-Khatab dan Utsman Bin Affan serta beberapa khalifah Bani Umayyah. Di masa seka-rang, para raja di Kerajaan Arab Saudi dengan menggunakan kiswah dari pabrik khusus pem-buat kiswah di Mekah.
Pencucian Ka‘bah kali ini di-saksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta rombo-ngan. Prosesnya adalah din-ding Ka‘bah dibersihkan de-ngan air bercampur minyak wangi. Setelah bersih dan ba-gian dalam Ka‘bah disapu, ta-mu-tamu negara memasuki bagian dalam Ka‘bah. “Kami melakukan shalat di dalam Ka‘bah,” kata Salim.
Menurut sejumlah orang yang pernah memasuki ke dalam Ka‘bah, jika sudah di dalam Ka‘bah, jamaah boleh meng-hadap sholat ke mana saja. “Ini rasanya, Ka‘bah ada di dalam hati kita. Maknanya, sesung-guhnya kita sama di depan Allah,” kata seorang diplomat Indonesia di Arab Saudi. Man-tan Menteri Agama, Tarmizi Ta-her yang sudah 13 kali men-dapat kesempatan memasuki Ka‘bah, pernah mengatakan, dinding dalam Ka‘bah, atap, lantai, serta dua tiangnya, bia-sa saja seperti dinding batu lainnya.
Setiap kali masuk bangunan berbentuk kubus itu, kata Ami-rul Haj 2006 itu, ia menunaikan sholat dua rakaat sebanyak em-pat kali, masing-masing dua rakaat sholat menghadap ke arah dinding yang berbeda. Tarmizi mengakui, bagi umat Islam, memasuki Ka‘bah mung-kin merupakan impian yang tak akan terwujud, jika bukan tamu negara Kerajaan Arab Saudi, bahkan menyentuh dinding luar Ka‘bah ketika melakukan thawaf di tengah ratusan ribu manusia saja sangat sulit. Mereka yang bisa masuk ke dalam Ka‘bah di-nilai sangat beruntung, karena Ka‘bah adalah tempat ibadah pertama di bumi dan dibangun sejak Nabi Ibrahim.(gtr/*) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin