|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
25 Januari 2008
|
|
Penemuan
Tangan Manusia Hebohkan Paal II
|
Kasus mutilasi (pemisahan tubuh manusia, red) yang ter-jadi di sejumlah daerah akhir-akhir ini, ternyata juga terjadi di Kota Manado, Kamis (24/01) kemarin.
Informasi yang diperoleh harian ini menyebutkan, keja-dian berawal ketika ketika Yu-ta Jafari (30), warga Kelura-han Kombos, Lingkungan 1 Kecamatan Tikala, melakukan aktivitasnya mengumpulkan pasir di Kelurahan Paal II Ling-kungan IV, Kecamatan Tikala, tepatnya di sekitar Daerah Ali-ran Sungai (DAS) Tondano.
Saat itu, Yuta bekerja ber-sama-sama dengan 5 orang temannya sekitar pukul 12.30 dengan posisi agak berjau-han. Ketika sedang asyik mengumpulkan pasir, Yuta dikejutkan dengan adanya se-buah tangan manusia di dalam pasir tersebut. Awalnya, Yuta ragu dengan apa yang dilihat-nya, namun kemudian dirinya yakin kalau apa yang dilihat dan temukan itu adalah benar ta-ngan manusia.
Tangan itu adalah tangan kiri dan terlihat seperti tangan ma-nusia dewasa dengan panjang sekitar 29-30 cm. Merasa belum percaya seratus persen dan di-tambah perasaan kaget, Yuta pun memanggil teman-teman-nya dan memperlihatkan apa yang ditemukannya. Sontak saja, teman-temannya kaget melihat temuan tersebut.
Dalam waktu singkat kabar penemuan tangan manusia ter-sebut langsung menghebohkan warga setempat. Warga pun ra-mai-ramai mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk melihat langsung tangan manu-sia yang ditemukan tersebut. Bahkan ada warga yang kemu-dian menelpon ke pihak Polsek Tikala dan Poltabes Manado. Terbukti, sesaat kemudian se-jumlah polisi dari Poltabes Ma-nado dan Polsek Tikala menda-tangi lokasi dan mengamankan tangan manusia tersebut. Dan setelah memintai keterangan dari Yuta, pihak poltabes lang-sung membawa tangan tersebut ke RSU Prof Kandou Manado.
Sementara itu, Kapoltabes Ma-nado Kombes Pol Drs Bambang Sugeng SH MH, ketika dikonfir-masi melalui Ka SPK Plug C Ipda Frelly S membenarkan adanya penemuan tangan manusia ter-sebut. “Kasus ini masih dikem-bangkan lebih jauh untuk memastikan siapa pemilik tangan manusia tersebut,” ungkapnya.
Yang menarik, peristiwa ini tidak langsung dikategorikan sebagai sebuah kasus mutilasi yang sering terjadi di daerah lain di Indonesia. Buktinya, muncul dugaan sejumlah pihak terma-suk beberapa aparat kepolisian bahwa tangan tersebut merupa-kan tangan milik Gerry Mima (32) warga Kelurahan Wangurer Timur, Kecamatan Madidir. Pa-salnya, Selasa (22/01) lalu, ta-ngan kiri Gerry yang kini dira-wat di RSU Prof Kandou ini ter-putus oleh ulah EN alias Eng (30-an). Diduga, tangan itu se-ngaja dibuang pihak medis dan kemudian ditemukan di sekitar DAS Tondano. Pasalnya, bentuk dan ukurannya hampir sama.
Hal ini jugalah yang menye-babkan Kapoltabes Manado menginstruksikan Kasat Res-krim Kompol RH Wibowo me-ngecek ke rumah sakit untuk memastikan apakah tangan ter-sebut milik Gerry atau bukan. Dan hasilnya, pihak medis yang merawat Gerry menyebutkan, tangan Gerry sampai dengan saat ini masih disimpan di ru-mah sakit. Sayangnya, hal ini belum bisa dipastikan seratus persen benar merupakan kasus mutilasi, karena Wibowo dika-barkan hanya mendapat infor-masi dokter tanpa melihat lang-sung tangan Gerry yang disim-pan tersebut.(imo)
|
|