|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
25 Januari 2008
|
|
Air Milik Warga Korban
Lapindo Berubah Menjadi Api
|
ENTAH ini berkat atau kesia-lan yang berlanjut bagi warga korban lumpur Lapindo. Pa-salnya, sejumlah air milik war-ga Desa Siring Porong Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), sekitar areal luapan lumpur dari pro-yek PT Lapindo Brantas Inc, kini berubah menjadi sumber api, dan diduga mengandung gas.
Sejumlah saksi mata me-nyebutkan, setidak-tidaknya fenomena unik itu terjadi di rumah di kawasan RT 03/01 Siring Barat, seperti di salah satu rumah warga, Hadi Wi-yanto, yang diketahui api muncul sejak dua Minggu lalu.
“Ketika itu, saya ke kamar mandi dan menyalakan ko-rek. Ternyata, api langsung berkobar. Saya kaget sekali,” kata Hadi Wiyanto di Sidoarjo, Rabu (23/01) lalu. Menurut dia, sekarang ini bau gas me-nyengat dari kamar mandi dan sumur air di rumahnya, terutama siang hari dan ma-lam hari.
Selain itu, hal serupa me-nimpa di RT 3, rumah Sukri warga, RT12/RW 1 Siring Ba-rat juga muncul fenomena sa-ma. Bahkan, di pabrik es, pa-brik baja dan semua kawasan Siring Barat juga mengalami hal yang sama. “Rata-rata air di sumur, kran kamar mandi dan wastafel, airnya berubah menjadi api,” kata Sukri.
Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) hing-ga saat ini belum merespons atas laporan warga terhadap fenomena itu, sehingga warga menjadi ketakutan, namun enggan untuk mengevakuasi diri karena tidak ada biaya.
Meski mengetahui berba-haya, warga banyak yang ne-kat memodifikasi adanya gas dadakan tersebut dengan me-masang pipa dari sumur ter-sebut dan menyambungnya hingga ke dalam dapur. “Se-buah selang sudah siap me-nyalurkan gas lewat tabung gas kosong yang menyalurkan ke kompor gas. Jika panel kompor dinyalakan, maka api keluar dan bisa digunakan warga untuk memasak. Tapi, saya sebenarnya takut apalagi kalau lampu mati. Saya tidak berani menyalakan lilin,” kata Sukri menambahkan.
Pada bagian lain, Polda Ja-wa Timur merencanakan akan menghentikan penyidi-kan kasus lumpur Lapindo dengan alasan bukti yang ada masih berupa teoritik. Wakil Ketua DPR, Muhaimin Iskan-dar pun meminta Presiden SBY mempercepat konsolidasi antarkejaksaan dan kepo-lisian. “Presiden harus mem-percepat konsolidasi pihak kejaksaan dan kepolisian. Jangan sampai masyarakat dibuat tidak percaya, bisa bahaya. Kepada siapa lagi akan minta keadilan,” ujar Mu-haimin di Gedung DPR, Sena-yan, Jakarta, Kamis (24/01).
Politisi PKB ini berharap, ka-sus lumpur Lapindo tidak di-permainkan. Komisi III DPR secepatnya mengawal kasus ini, untuk mengontrol kejak-saan dan kepolisian. “Ini harus segera dituntaskan, karena kalau sampai ada penghentian ini mengecewakan. Kita sudah berjuang ke mana-mana. Ko-misi III kita minta secepatnya mengatasi, agar kita tidak frustasi mengatasi ini,” ucap Cak Imin, panggilan akrab politisi muda itu.(hgc/dtc)
|
|