|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
25 Januari 2008
|
|
Masyarakat Dilibatkan Awasi Penyaluran MT
|
Kelangkaan Minyak Tanah (MT) bukan lagi hal yang baru. Ironisnya, upaya yang dilakukan pihak-pihak terkait guna mengatasi masalah ini belum menunjukkan hasil maksimal. Karena itu, menyikapi kondisi tersebut, baik aparat pemerintah maupun PT Pertamina sepakat untuk melibatkan masyarakat dalam melakukan pengawasan.
Demikian dikemukakan Bagian Administrasi dan Humas Pertamina Manado, Femmy Sundah saat melakukan rapat koordinasi dengan Pemprop Sulut yang difasilitasi Badan Kesbang Pemprop Sulut, Kamis (24/01) kemarin.
Untuk mengawasi distribusi atau penyaluran MT, kata Sundah, bukanlah hal yang mudah. Pertamina tak akan mampu mengatasinya tanpa ada bantuan dari pihak-pihak berkompeten termasuk masyarakat.
“Dengan adanya peran aktif aparat, pemerintah dan masyarakat, maka pengawasan dipastikan dapat berjalan efektif. Bagi masyarakat yang menemui praktik penyimpangan, baik itu yang dilakukan penampung maupun penjual MT, silakan dilapor,” katanya.
Dalam kesempatan itu Sundah mengimbau agar aparat tidak segan-segan menertibkan industri yang menggunakan MT bersubsidi. “Minyak tanah bersubsidi itu untuk masyarakat rumah tangga, bukan industri. Jadi pihak aparat jangan segan-segan untuk menindak tegas yang melakukannya,” tegasnya seraya mengingatkan agar pangkalan dapat menggunakan atribut yang jelas guna mempermudah pengawasan.
Dikatakannya, kelangkaan yang terjadi selang tahun 2007 bukan dikarenakan pihak Pertamina mengurangi suplai MT. Malahan, saat terjadi kelangkaan Pertamina menaikkan suplai dari 9.910 kilo liter menjadi 9.945 kilo liter.
Menurutnya, untuk tahun 2007 kuota MT bersubsidi di Sulut sebesar 119.835 kilo liter. Sementara pemakaiannya hanya 115.967 kilo liter atau terdapat selisih sekitar 3.868 kilo liter. Sehingga berdasarkan data tersebut kecil kemungkinan terjadi kelangkaan.(eda)
Penetapan Kuota MT 2007 di Sulut
No Kab/Kodya Penyaluran per Bulan (KL)
1 Manado 35.090,00
2 Bitung 13.750,00
3 Minahasa 15.655,00
4 Minut 9.060,00
5 Minsel 13.445,00
6 Tomohon 4.220,00
7 Bolmong 14.480,00
8 Sangihe, Talaud 14.135,00
Total 119.835,00
Sumber: PT Pertamina
|
|