|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Manado dan Sekitarnya |
25 Januari 2008
|
|
Pemkot dinilai tak konsisten
Dewan Kecam Diizinkannya Permainan Ketangkasan
|
Pemberian izin dibukanya kembali permainan ketang-kasan mendapat sorotan Dekot Manado. Selain men-jadi bukti tak konsistennya Pemkot Manado, pemberian izin permainan ketangka-san ini juga tanpa melalui konsultasi dengan dekot.
“Ini menjadi pertanyaan bagi kami. Sebab tidak pernah ada koordinasi dengan Komisi A, padahal waktu lalu sudah ada komitmen dengan pihak Polda bahwa tidak akan dikeluar-kan ijin. Kenapa tiba-tiba dile-galkan dan diberikan ijin,” tukas Ketua Komisi A Dekot Manado, Benny Parasan.
Lebih lanjut menurut Para-san, pihaknya akan menyurat kepada pihak kepolisian un-tuk melakukan penutupan. “Kita akan menyurat untuk ditutup. Sebab permainan ter-sebut bernuasa judi, semen-tara Manado dikenal sebagai kota yang religius,” pungkas personel Fraksi Partai Damai Sejahtera ini.
Hal senada disampaikan Wa-kil Ketua Fraksi PDIP, Drs Ronny Eman yang dikonfir-masi terpisah. “Seharusnya pemkot kembali ke komitmen awal sesuai intruksi Kapolri untuk membabat semua per-mainan ketangkasan dalam bentuk apapun,” katanya.
Namun demikian Sekretaris Komisi B ini menyatakan diri-nya akan mengecek hal ini le-bih lanjut. “Akan saya telusuri dulu sebab saya juga belum tahu pasti. Memang di satu sisi, kalau ditutup akan ada yang kehilangan pekerjaan. Tapi kalau dibuka, berarti sudah bertentangan dengan instruksi Kapolri,” tandasnya.
Ketua Komisi D Amir Liputo pun mempertanyakan pembe-rian kembali izin untuk kegiatan ini. “Ini jadi tanda tanya, sebab kemarin kan sudah dicabut, karena sudah melakukan pe-langgaran. Kenapa sekarang diberikan izin. Kebijakan pem-kot ini menjadi pertanyaan ba-gi kami. Jangan sampai men-jadi preseden buruk bagi pem-kot,” kata Liputo.
Di samping itu, pemkot juga harus mewaspadai jangan sampai pemberian izin ini membuat kegiatan serupa se-makin menjamur di Kota Ma-nado. “Sebab tempat hiburan di Manado kan sudah cukup banyak. Sehingga izin yang diberikan harus benar-benar selektif. Jadi harus diperhi-tungkan juga dari segi mental, jangan ada indikasi kegiatan yang menjurus ke hal yang tidka kita inginkan bersama,” pungkasnya.
Sementara Kepala Bagian Ekonomi Setdakot Manado Mekry Sondey saat dikonfir-masi menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menge-luarkan izin untuk permainan ketangkasan. “Untuk semen-tara sampai saat ini belum ada,” jawabnya singkat via short message service (SMS).
Diberitakan sebelumnya, Dinas Pariwisata telah menge-luarkan izin untuk permainan ketangkasan Kawanua yang beroperasi di Jalan Wayang, YY Grandzone di Jalan Wa-landa Maramis, dan Timepoint di Jalan Soetomo depan Pe-gadaian, setelah berkoor-dinasi dengan pihak kepoli-sian. Hanya saja menurut Plh Kepala Seksi Hiburan Umum pada Dispar Manado, Iskandar kegiatan tersebut bukanlah amusement tapi permainan ketangkasan dengan hadiah souvenir.(vic)
|
|