HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

25 Januari 2008

Waspadai Ancaman Resesi Ekonomi Global


RESESI ekonomi tampaknya akan terus menghantui negara-negara di dunia, tidak terkecuali negara maju sekelas Amerika Serikat. Resesi memang bisa saja terjadi secara kasuistis, tapi juga tidak menutup kemungkinan menjadi resesi global.
Ancaman resesi ini memang harus terus diwaspadai, apalagi Indonesia yang pernah mengalaminya berkali-kali. Tanda awas ini, sebagaimana dikemukakan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Swaray Goeltom di saat peluncuraan buku terbarunya Essays In Macroeconomic Policy: The Indonesian Experience di Jakarta, Rabu (23/01), perlu diwaspadai para penentu kebijakan di negeri ini.
Kalau melihat kenyataan yang ada saat ini di Indonesia, ancam-an resesi ekonomi itu mulai terasa lagi bila dilihat dari makin naik-nya berbagai jenis bahan dan barang. Kenaikan harga itu sendiri, mulai merambah sampai ke bahan-bahan pangan. Kalau kenaikan bahan-bahan bangunan, elektronik, dan barang konsumsi lainnya, mungkin bisa ditolerir. Namun bila itu sudah menyentuh bahan pangan, sudah pasti akan sangat meresahkan masyarakat.
Sementara di pihak lain, pemerintah sendiri kini terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan perekonomian. Hanya saja bila melihat dari kebutuhan-kebutuhan yang mendesak, tampaknya pemerintah tak akan mampu untuk mengatasi semua persoalan ekonomi.
Beban keuangan negara juga, akan semakin berat bila per-ekonomian global akan mempengaruhinya. Sebagai contoh, naik-nya bahan bakar minyak di dunia internasional, tentunya akan mempengaruhi ekonomi Indonesia. Sementara untuk menaikkan lagi bahan bakar minyak di dalam negeri, tentu akan sangat membebani masyarakat.
Pemerintah juga telah bertekad untuk menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai tahun ini, meskipun beban keuangan masih sangat terasa. Hal ini tentu diharapkan dapat lebih me-nyejahterahkan PNS. Namun sangat disayangkan, kenaikan gaji belum juga direalisasikan, harga-harga sudah melambung tinggi. Kalau kenaikan gaji PNS diperkirakan mencapai 15 persen, se-mentara kenaikan harga ada yang telah mencapai 20 hingga 50 persen lebih. 
Dengan kondisi ekonomi seperti ini, sudah seharusnya setiap komponen bangsa, mulai dari penentu kebijakan, pelaku usaha, dan masyarakat umumnya, melakukan penghematan di semua bidang. Selain itu perlu kerja keras untuk menggairahkan kembali perekonomian, dengan menggali semua potensi ekonomi secara maksimal, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan per-dagangan kecil dan menengah. Dengan demikian ancaman resesi ekonomi bisa teratasi.(**) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin