|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Politik dan Pemerintahan
|
25 Januari 2008
|
|
Tanggapi Polemik Balitka, Surahman Kecam ABP
|
Pengurus DPP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Andi Haris Surahman, seperti-nya terusik dengan pernyataan keras anggota DPD RI, Aryanthi Baramuli Putri (ABP), terkait polemik Balitka.
Surahman yang juga Wakil Ketua DPD PG Sulut mengata-kan, ABP tidak selayaknya me-lontarkan pernyataan seekstrim itu. Sebab pernyataan tersebut hanya memperkeruh suasana di Sulut, apalagi mereka tidak me-ngetahui duduk persoalannya.
Staf khusus Wakil Ketua MPR DPR RI ini menilai, bahwa pa-cuan kuda yang sementara di gagas Walikota Manado, Jimmy Rimba Rogi SSos, merupakan kebijakan yang sangat mendu-kung program Manado Kota Pariwisata Dunia. Bagi peng-urus KNPI Pusat ini, pemba-ngunan pacuan kuda tersebut tidak akan menghilangkan icon Sulut yang dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai.
Ditambahkan pengurus Pre-sidium DPP GMNI, Iwan Mo-niaga SIP, bahwa kehadiran pa-cuan kuda di wilayah perba-tasan Manado-Kabupaten Minut bakal mendatangkan multiplier effect bagi perekono-mian di kedua daerah tersebut. Termasuk dampaknya mening-katkan pendapatan asli daerah.
Moniaga mengaku setuju apa-bila Balitka dipindahkan ke wilayah yang menjadi sentra ke-lapa seperti Minsel dan Minut.
Diketahui, belum lama ini ABP menyatakan sangat menye-salkan apabila lahan Balitka (Balai Penelitian Kelapa) di Paniki dijadikan trek pacuan kuda. Menurutnya, Pemkot Ma-nado tidak berhak meng-alihfungsikan aset nasional tersebut. Selain itu, kebijakan tersebut mengabaikan ciri khas Sulawesi Utara sebagai daerah Nyiur Melambai.
“Jika alih fungsi lahan tersebut tetap dilakukan, sebaiknya lambang Nyiur Melambai di-ganti kuda saja. Tulis itu besar-besar,’’ tandas ABP.(ran)
|
|