HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

26 Januari 2008

Ditipu, OC Kaligis Minta Bongkar Kejahatan Dressel


Pengacara kondang berda-rah Kawanua, OC Kaligis mengakui ikut ditipu dalam kasus mega penipuan inves-tasi Dressel Investment Li-mited/PT Wahana Bersama Globalindo (WBG). Praktisi hukum ini pun meminta Polri bekerjasama dengan Interpol mengungkap kasus tersebut.
Permintaan itu dilontarkan OC Kaligis dalam jumpa pers penandatanganan kerjasama Crisis Center Dressel/WBG dengan kantor pengacara dari Singapura, Rajah and Tann KPMG, di Hotel Sultan, Se-nayan, Jakarta, Jumat (25/01).
“Terus terang saya juga kor-ban kebodohan dari investasi ini. Ini menyangkut uang Rp 3 triliun lebih. Kalau polisi mau, apalagi yang kena orang-orang penting, itu bisa. Karena ini kejahatan transnasional, perlu dibentuk kerjasama in-terpol mengungkap kejahatan ini,” ujar Kaligis.
Ia juga meminta Kapolri be-nar-benar melacak arus uang dari investor yang dilakukan WBG. Kaligis juga meminta kepada JPU dan pengadilan untuk dapat mengembalikan uang yang digelapkan. “Peme-rintah cq Kapolri harus benar-benar bisa melacak pelaku ini. Kalau Hendra Raharja (bos Bank Harapan Sentosa yang juga klien Kaligis dalam kasus BLBI) aja bisa, masa ini tidak,” ujar dia yang dilansir detik.
Kaligis juga mengaku kecewa dengan proses hukum yang berjalan selama ini, karena tuntutan hukuman terlalu ringan terhadap pelaku. “Saya agak kecewa, karena yang di Semarang cuma dihukum 5 tahun. Sementara biasanya kalau orang berduit, hukuman di penjara 8 tahun hanya bisa dijalani 3 tahun. Belum lagi mereka selalu mendapat remisi tiap tahunnya,” kata Kaligis.
Sementara Ketua Crisis Cen-ter WBG, Janto Wijaya me-ngatakan, mereka akan ber-temu dan berkoordinasi de-ngan Ketua DPR Agung Laks-ono yang juga menjadi kor-ban. “Kami juga akan mengi-rim surat pada presiden, me-gaproyek ini harus terung-kap,” ujarnya. Kerjasama de-ngan kantor pengacara Singa-pura Rajah dan Tann KMPG ini diharapkan dapat mem-bongkar penipuan Dressel dan mengembalikan dana yang digelapkan investor ka-rena kantor pengacara ini me-miliki komputer forensik.
Berdasarkan dakwaan JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, WBG sebagai agen Dressel berhasil menghimpun dana sebesar Rp 3,5 triliun, dengan jumlah nasabah lebih dari 1.000. 
Terakhir, 28 Februari 2007, jumlah nasabah aktif PT WBG adalah 4.070 dengan jumlah investment sertificate 10.090. Total investasi lebih dari AS$ 143 juta atau Rp 1,4 triliun.
Tersangka yang diadili ada-lah Dirut PT WBG Krisno Abi-yanto Soekarno, Direktur Ke-uangan Thomas Aquino Ga-nang Rindarko, dan Direktur Operasional Paimin Landung. Mereka dijerat dengan UU 10/1998 tentang Perbankan, UU 25/2003 tentang Tindak Pida-na Pencucian Uang, dan KUHP.
Dressel, menurut keterangan Krisno, masih beroperasi di Hongkong dan Amerika Seri-kat.(dtc/zal) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin