|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Hukum dan Kriminal
|
26 Januari 2008
|
|
Belum ada warga yang melaporkan mutilasi
Forensik: Pemilik Tangan Kiri, Pria 30-an dan Masih Hidup
|
Memasuki hari kedua, pihak kepolisian belum bisa memastikan siapa pemilik tangan kiri yang ditemukan di Kelurahan Paal II Lingkungan IV, Kecamatan Tikala, tepatnya di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS). Namun demikian, hasil penyelidikan tim forensik RSU Prof Kandou Manado mulai membuka kerahasiaan dari kasus mutilasi tersebut.
“Pemilik tangan kiri tersebut adalah seorang pria yang diper-kirakan berusia sekitar 30-an tahun. Diperkirakan pula pria tersebut memiliki tinggi badan sekitar 155-160 cm,” ucap salah satu tim forensik yang meminta namanya tak dicantumkan.
Dibeber, tangan pria tersebut diperkirakan telah dipenggal dua hari sebelum ditemukan warga, dengan tebasan parang yang dilakukan tiga kali. Dan diduga kuat pemilik tangan kiri tersebut masih hidup sampai saat ini.
Sementara itu, Kapoltabes Kombes Pol Drs Bambang Su-geng SH MH ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim RH Wi-bowo mengakui penyelidikan yang dilakukan belum menga-lami perkembangan berarti. Hingga kini belum ada satupun warga yang mendatangi Mapol-tabes Manado dan melaporkan kasus yang berkaitan dengan penemuan tangan kiri tersebut.
“Belum ada perkembangan berarti. Penyelidikan masih di-lakukan. Dan sampai dengan saat ini belum ada warga yang melapor,” ujar Wobowo.
Sementara disinggung soal ke-mungkinan tangan itu milik Gerry Mima (32), warga Kelu-rahan Wangurer Timur, Keca-matan Madidir, Wibowo me-nampiknya. Pasalnya, setelah dicek ke rumah sakit, tangan milik Gerry masih disimpan di rumah sakit.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat diketahui siapa pemilik tangan tersebut. Kapoltabes juga berharap kepa-da masyarakat datang melapor jika mengetahui keberadaan tangan kiri tersebut,” jelasnya.
Diketahui, Kamis (24/01), warga Paal II dihebohkan de-ngan penemuan tangan kiri di seputaran DAS Tondano oleh Yuta Jafari (30), warga Kelurah-an Kombos Lingkungan 1, Keca-matan Tikala. Waktu itu, Yuta bersama sejumlah temannya melakukan aktivitas mengeruk pasir di kawasan tersebut. Pene-muan ini pun dilaporkan aparat kepolisian.(imo)
|
|