|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Induk
|
26 Januari 2008
|
Gunung Soputan Kembali Mengancam
Setelah beberapa waktu lalu meletus, Gunung Soputan kem-bali beraksi dengan menge-luarkan debu di wilayah Keca-matan Tompaso. Situasi sempat membuat masyarakat Tompaso khawatir akan ancaman me-letusnya gunung tersebut.
“Torang kage ada debu So-putan yang bertebaran. Torang tako kage Soputan mo meletus ulang,” ujar Jhon Tinangon, warga Tompaso.
Camat Tompaso, Moudy Pa-ngerapan ketika dikonfirmasi membenarkan kalau ada debu Soputan yang keluar. “Memang sejak tadi pagi Gunung Soputan mulai mengeluarkan debu dan sempat terdengar ledakan ke-cil,” ungkapnya sembari meng-imbau warga Tompaso tetap waspada.
Sementara itu, diperoleh in-formasi area pendakian di Desa Tonsewer untuk sementara di-tutup untuk mencegah terjadi-nya hal-hal yang tidak diingin-kan.(tr-01)
Angkutan plat luar beroperasi
Polres Diminta Turun Tangan
Aparat Polres Minahasa di-minta turun tangan menyikapi beroperasinya sejumlah ar-mada angkutan jurusan Ton-dano-Tomohon plat luar. Hal ini disampaikan Penasehat Asosiasi Sopir Tondano-Tomo-hon (Aston), Refly Salangka.
“Ya, kami meminta ini juga menjadi perhatian dari aparat kepolisian Minahasa. Sebaik-nya ada penertiban terhadap armada plat nomor luar yang beroperasi di Minahasa,” ujar Salangka yang juga adalah sa-lah satu pengurus DPD II Partai Golkar Minahasa itu.
Secara terpisah, Kasat Lantas Polres Minahasa, AKP Berty Rengkuan, ketika dikonfirmasi menandaskan bahwa pihak-nya pasti akan melakukan pe-nertiban terhadap kendaraan angkutan plat nomor luar yang beroperasi di Minahasa, selama kendaraan tersebut tidak me-ngantongi izin.
Kadis Perhubungan dan Tele-komunikasi Minahasa, J Su-marauw SH, menandaskan bahwa pemberian izin trayek untuk jurusan Tondano-Tomo-hon, adalah kewenangan Dis-hub Propinsi. Pihaknya hanya sebatas memberikan rekomen-dasi. Jadi, lanjutnya, apabila ada armada angkutan plat no-mor luar yang beroperasi pada trayek ini, kewenangan me-lakukan penertiban adalah ke-wenangan propinsi. (dav)
Harga Semen di Tondano Melangit
Tondano-Pengujung bulan Januari tahun 2008, masih dirasakan kenaikan harga barang. Salah satu yang menco-lok, menggilanya harga semen di Ton-dano yang mencapai Rp 60 ribu/sak. Pa-dahal biasannya harga normal semen sekitar Rp 35 ribu.
Tak pelak dari naiknya bahan bangu-nan ini membuat warga mengeluh. “Adoh ini harga semen so nae jaha-jaha,” ujar Febri Mangiber, warga Rarewokan.
Sementara itu, salah satu pemilik toko bahan bangunan di Tondano menga-takan kenaikan semen ini selalu terjadi setiap pergantian tahun. “Pokoknya to-rang kurang menyesuaikan harga dari distributor,” ujar Ko Hen, pemilik toko bangunan.
Di sisi lain, legislator Manguni, Terry Si-naulan meminta Pemkab Minahasa untuk melakukan penertiban terhadap kenaikan harga barang secara sepihak.(tr-01)
|
|