|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Kota Manado dan Sekitarnya
|
26 Januari 2008
|
Manado Utus Tiga Sekolah Rebut Adiwiyata
Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Manado Josua Pangke-rego menyatakan pihaknya mengusulkan tiga sekolah untuk memperebutkan peng-hargaan Adiwiyata 2008. “Penghargaan ini untuk seko-lah berwawasan dan berbu-daya lingkungan,” terang Pang-kerego Jumat (25/01).
Ketiga sekolah tersebut lanjutnya masing-masing SDN 30, SMPN 13 dan SMAN 7. Saat ini data yang diper-lukan sedang dipersiapkan bersama instansi terkai. “Da-tanya akan dimasukkan awal Februari untuk dikaji di Ke-menterian Lingkungan Hi-dup,” katanya lagi.
Mekanisme penilaian me-nurut Pangkerego adalah de-ngan mengisi kuesioner yang akan dievaluasi dan dilan-jutkan dengan peninjauan lapangan. “Yang akan dieva-luasi adalah kegiatan sekolah sepanjang 2007,” imbuhnya.
Ditambahkannya sekolah yang dipilih tersebut meru-pakan sekolah yang dipan-dang telah menerapkan pro-gram pendidikan berbudaya lingkungan. “Diharapkan se-kolah juga berperan aktif dalan persiapannya,” pung-kasnya.(vic)
Ojek Perlu Ditata Lagi
Kehadiran kendaraan roda dua (Ojek) di Kota Manado, kian hari kian bertambah. Hal ini dibuk-tikan dengan melubernya pang-kalan-pangkalan ojek yang ter-sebar di Manado. Menunjang pe-laksanaan WOC dan MKPD nan-ti, warga mengharapkan jenis ang-kutan tersebut dapat ditata lagi.
Alasannya, kendaraan ang-
kutan roda dua yang belum diperdakan tersebut terkesan liar dan sulit dibedakan an-tara kendaraan ojek dan ken-daraan roda dua umumnya. “Memang ojek harus ditata lagi. Karena lia jo di jalan-ja-lan nda dapa tau mana yang ojek dan mana yang kenda-raan pribadi,” ujar James Maramis, Warga Malalayang.
Menurutnya, pemerintah harus melakukan penataan agar mereka benar-benar ke-lihatan tertata dalam berak-tifitas di jalan. “Bagus setiap ojek harus memakai rompi atau pakaian yang jelas. Agar di jalan dapa lia bagus. Apalagi menjelang WOC dan MKPD, kan sangat berpenga-ruh, karena mereka dapa lia. Kage so ta campur dengan teroris torang nda tau,” ujar salah satu dosen di Politeknik ini.(tr-02)
|
|