|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
26 Januari 2008
|
|
Layanan Pos Express Dinilai Pembohongan Publik
|
Kehadiran Pos Express yang katanya sebagai solusi yang diberikan PT Pos Indonesia, untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam hal kecepatan pengiriman surat, dokumen atau barang, ternyata tidak seperti yang diharapkan.
Selang beberapa hari belakangan ini, tidak sedikit warga masyarakat yang mengkomplain perusahaan negara ini. Layanan Pos Express dengan tarif khusus itu ternyata sebagian besar merupakan pembohongan publik.
Salah seorang warga Manado yang bertandang ke redaksi Komentar kemarin menyatakan, dirinya merasa sangat dirugikan oleh PT Pos Indonesia lewat program Pos Expressnya. “Bagaimana tidak, barang yang kami kirim dijanjikan akan tiba paling lambat satu hari sejak pengiriman, ternyata sudah tiga hari ternyata kiriman yang dimaksud belum juga tiba,” kata M Mangope dengan menambahkan, barang tersebut dirikim dari Jakarta tujuan Manado.
Akibat keterlambatan tersebut, pegawai di salah satu instansi pemerintah ini menandaskan, dirinya merasa sangat dirugikan. “Persoalannya kiriman tersebut sangat saya perlukan. Kalau sampai besok (hari ini, red) kiriman tersebut belum juga sampai, maka saya akan menuntut PT Pos ke jalur hukum,” tukasnya dengan menambahkan, untuk pengiriman dengan menggunakan layanan Pos Express ini dikenakan biaya yang mahal.
Yang lebih membuat Mangope gusar adalah sikap pihak PT Pos sebagai pengelola Pos Express seperti lepas tanggung jawab. “Kita cek ke tempat pengiriman di Jakarta katanya tidak tahu barang itu ada di mana. Begitu juga saat mengecek ke kantor Pos di Manado, mereka juga mengaku tidak tahu,” jelasnya.
“Lantas siapa yang bertanggung jawab? Dimana tanggung jawab PT Pos? Ini jelas kalau kinerja salah satu BUMN ini sangat jelek,” katanya penuh emosi.
Bahkan menurutnya, PT Pos telah melakukan pembohongan publik. “Sebab mereka telah mengiklankan layanan yang hanya satu hari itu. Ternyata sekarang sudah berhari-hari. Berarti iklan Pos Express itu pembohongan publik,” tandasnya penuh emosi.
Sementara pihak PT Pos Indonesia Manado yang dicoba dikonfirmasi terkait masalah ini, sampai berita ini diturunkan, belum bisa dilakukan. Saat bertandang ke Kantor PT Pos di Jalan Sam Ratulangi, ternyata sudah tutup.(ami)
|
|