|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
26 Januari 2008
|
|
Ketangkasan harus dilihat dari tujuannya
Tawalujan: Semua Kembali pada Iman
|
Menanggapi lokasi ketangkasan yang kembali men-dapatkan izin, Tokoh Agama Katolik, Pastor Fred Ta-waluyan mengatakan, harus dilihat terlebih dahulu ketangkasan jenis apa, maksud (intensi), tujuan (aim)-nya. Asalkan, bukan untuk berjudi.
Dalam pembukaan arena ke-tangkasan menurut dia, semua-nya harus kembali pada iman masing-masing, “Apakah ini sesuai atau tidak, melanggar atau tidak,” katanya.
“Itupun dapat dilihat secara pribadi atau publik. Kalau di-maksudkan oleh pribadi hanya sebagai hiburan atau permain-an apa salahnya? Apalagi anak-anak membutuhkan sarana per-mainan untuk kembang-kan krea-tivitasnya. Tapi kalau dimaksud-kan oleh produser sebagai sarana perjudian maka ini sebaiknya ditutup sejak awal,” ujarnya, Jumat (25/01).
Ditegaskannya, suatu per-mainan sekalipun dengan biaya yang tinggi, itu nama-nya bukanlah judi. Tetapi, ka-lau dimaksudkan sebagai per-mainan untuk mencari ke-untungan maka, bisa berim-bas pada perjudian.
Menurutnya, persoalan ini diperhatikan dengan serius oleh pemerintah yang mem-beri izin. Memang jenis ke-tangkasan selalu menarik dan merangsang minat anak-anak. Tetapi, peran orang tua dan masyarakat sangat me-nentukan intensitas dari jenis ketangkasan tersebut.
“Agar tidak menganggu kon-sentrasi belajar anak-anak, dan anjloknya nilai raport, pa-ra orang tua juga harus mem-beri perhatian ekstra, terlebih membantu anak-anak mere-ka dalam memilih jenis ke-tangkasan yang memiliki nilai pendidikan,” katanya.(aan)
|
|