|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Tenggara |
26 Januari 2008
|
|
Sampah dibuang di Sungai Palaus
Mitra tak Punya TPA
|
Setelah dimekarkan, Kabupaten Mitra semakin menun-jukkan kecenderungan peningkatan aktivitas dan mobi-lisasi warga. Imbasnya, produksi sampah yang cenderung meningkat, namun hingga kini belum dibarengi dengan tersedianya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.
Sejumlah Warga Ratahan mempertanyakan soal belum juga tersedianya lahan yang cocok dijadikan TPA. Hanny Pandaleke dan Semuel Monto-lalu, keduanya Warga Rata-han mengatakan, jika musim pasar atau setiap hari Senin, Rabu dan Jumat, yang meru-pakan hari sibuknya di Pasar Ratahan, produksi sampah dipastikan sangat banyak dan menumpuk.
“Untuk itu kami mendesak agar pemkab lebih memper-cepat pengadaan lahan TPA tersebut, mengingat hingga kini sampah-sampah basah maupun kering yang ada di Pasar Ratahan hanya dibuang di Sungai Palaus saja. Jika hal ini dibiarkan lebih lama, akan menimbulkan kerusak-an pada lingkungan,” kata keduanya.
Mereka juga memberikan ma-sukan agar lokasi TPA yang cocok ada beberapa pilihan yaitu untuk jalur Belang-Ra-tahan dan Jalur Ratahan-Puso-maen. “Yang penting jangan di lokasi yang memilki DAS atau lahan pertanian rakyat,” tu-kas Pandaleke dan Montolalu.
Sementara itu, Kepala Kan-tor Lingkungan Hidup Setda-kab Mitra, Ir AB Tinungki me-ngatakan, pihaknya tidak tinggal diam menanggapi aspirasi warga ini.
Pasalnya, sudah dilakukan survei kelayakan TPA di Mitra. Ditanya lokasi mana yang cocok untuk TPA tersebut Ti-nungki tak memberi
kepas-tian.(dax
|
|