|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
26 Januari 2008
|
|
Orangtua dan Siswa Harus
Berani Lawan Korupsi dan Pungli
|
Masyarakat Pendidikan Sulut (MPS) melalui presidium-nya Febri Dien ST dan HA Assa SPd, Jumat (25/01) meng-harapkan pada orangtua dan siswa sekiranya berani mela-wan korupsi dan pungli yang dilakukan pihak sekolah.
“Hingga saat ini memang belum ada keberanian dari orangtua dan siswa dalam upaya memberantas pungli dan korupsi atau berbagai pe-nyimpangan berkaitan peng-gunaan keuangan baik dari negara maupun pugutan liar di sekolah. Sejauh ini, sulit memberikan efek jera kepada pihak yang menyalahguna-kan anggaran pendidikan di sekolah, baik dana dari nega-ra maupun yang dipungut da-ri orangtua,” kata keduanya.
Tanpa adanya perlawanan dari orangtua murid dan siswa tambah mereka, pungli semakin merajelala. Apalagi KPK tengah melakukan ber-bagai upaya untuk memini-malisasi tindak korupsi yang dilakukan institusi pendidik-an. Salah satunya adalah mengadakan seminar dan lo-kakarya di sekolah-sekolah. Kegiatan itu untuk mendo-rong keberanian siswa ikut memberantas korupsi.
Namun keduanya menya-yangkan keberanian yang di-lakukan orangtua dan siswa tidak pernah sampai ke permu-kaan, pasalnya orangtua dan siswa terkadang takut meng-ungkapkan masalah tersebut ke permukaan karena takut dimutasikan dari sekolah. “Padahal kalau mereka berani melakukan tindakan terpuji tersebut bakal tidak akan kena sanksi dari sekolah, malahan pemerintah akan mendukung semua apa yang dilakukan orangtua dan siswa berkaitan dengan tindakan melawan korupsi dan pungli, tentunya selagi masalah tersebut dapat dibuktikan,” katanya.
Memang ada beberapa kali temuan tentang pungli dan korupsi di sekolah, namun tambah keduanya hingga saat ini belum ada yang membe-rikan efek jera. “Setiap kali ada dugaan penyimpangan oleh kepala sekolah hanya disele-saikan dinas pendidikan de-ngan cara dimutasi ke sekolah lain,” tandas keduanya.(lex)
|
|