|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Tribun Olahraga |
26 Januari 2008
|
|
Dijubeli
Ratusan Peserta, NYCT Hentak Manado
|
Suasana di lantai IV Boulevard Mall Manado, Jumat (25/010) kemarin, lain dari biasanya. Jika sehari-harinya tempat tersebut dipakai untuk santai sambil menikmati hidangan yang ada, kali ini, lokasi tersebut jadi ajang pertarungan para pecatur dari daerah Sulut. Iven tersebut adalah New Year Chess Tournament (NYCT), yang kemarin dibuka oleh Ketua Pengcab Percasi Manado, Abdi Buchari SE MSi.
Dalam sambutannya, Bu-chari mengatakan, sangat bangga, iven catur ini digelar pada awal tahun ini. “Jadi saya berharap untuk tahun ini tak hanya sekali saja menggelar iven seperti ini, namun ada beberapa agenda kejuaraan lain yang bisa digelar,” imbuh Buchari yang juga Wakil Walikota Manado ini.
Secara terpisah, Ketua Pani-tia Pelaksana, Benny Parasan saat diwawancarai, sangat antusias menanggapi kejua-raan ini. Menurut pria yang akrab dengan kulit tinta ini, langkah awal Percasi Manado yang menggelar kejuaraan ca-tur di awal tahun, merupakan suatu hal yang sangat baik. “Sebab dengan begitu, geliat olahraga catur ini kedepan bisa lebih baik lagi,” tandas-nya.
Namun begitu ia mengata-kan, ada sedikit persoalan da-lam struktur organisasi catur yang ada. Di mana ia meng-harapkan kepada pihak-pi-hak terkait agar bisa lebih mengembangkan keberadaan olahraga yang membutuhkan daya pikir yang tinggi ini. “Alangkah baiknya, iven catur ini digelar tak hanya di tingkat kabupaten/kota saja, di ting-kat kelurahan maupun keca-matan seyogyanya iven-iven seperti bisa dilaksanakan. Ka-rena saya menilai itu bisa le-bih efektif dalam mencari bi-bit-bibit baru guna pengem-bangan olahraga catur ini. Jadi setelah kelurahan, baru diseleksi di tingkat kecamatan kemudian lanjut ke kabupa-ten/kota. Nah, dengan begitu akan lebih banyak potensi-potensi yang bisa diraih,” jelasnya memberi masukan.
Di satu sisi, Ketua Komisi A Dewan Kota (Dekot) Manado ini, mengharapkan, Pemerin-tah Kota (Pemkot) Manado lebih memperhatikan keber-adaan olahraga yang ada di Manado.
“Mengapa demikian? Sebab, dalam APBD Kota Manado te-lah diplot anggaran untuk pe-ngembangan olahraga. Di samping itu, sebaiknya pem-kot bisa membentuk suatu badan, dalam penanganan anggaran tersebut. Karena buat apa ada penetapan ang-garan lewat APBD namun tanpa kejelasan untuk apa anggaran tersebut digunakan. Setidaknya badan, dan tidak usah dinas, karena akan ter-bentur dengan PP 41 Tahun 2007. Supaya kejelasan ada, dan nantinya dalam laporan pertanggungjawaban nanti tidak kelabakan,” kuncinya.(sal)
|
|