HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

28 Januari 2008

Soeharto di Mata SHS


Terlepas dari kekhilafannya sebagai manusia yang lemah, sosok mantan Presiden Soe-harto pantas dikagumi. Harus diakui, presiden ke-2 RI terse-but telah memberikan dhar-ma baktinya bagi bangsa dan negara, sehingga Indonesia sempat menjadi salah satu negara yang diperhitungkan di mata dunia. 
Oleh sebab itu, wajar jika Gubernur Sulawesi Utara, Drs SH Sarundajang (SHS) mewa-kili masyarakat ‘Bumi Nyiur Melambai’ menyampaikan berbela sungkawa yang men-dalam atas kepergian Jende-ral Besar HM Soeharto. ‘’Seca-ra pribadi, saya kagum terha-dap almarhum,’’ ungkap Sa-rundajang seraya mengata-kan, ada sejumlah kesan men-dalam, terkait pertemuannya dengan Soeharto dulu. 
Salah satunya, ketika Sa-rundajang menjabat Walikota Madya Bitung pada Tahun 1987/88 silam. Saat itu, Soe-harto yang masih menjabat Presiden RI, berkesempatan melakukan kunjungan di Bitung. “Saat itu beliau me-resmikan sebuah pabrik pe-ngalengan ikan,’’ cerita Sa-rundajang. Nah, yang berke-san di sini, kata Sarundajang, adalah ketika Soeharto me-menuhi undangan datang di kediaman walikota. ‘’Dia waktu itu mau saja datang,’’ tandas Sarundajang mence-ritakan bahwa waktu itu Soe-harto ke Bitung dengan heli-kopter dari Manado. 
Dalam pertemuan itu, Soe-harto jugalah yang memberi-kan persetujuan terhadap ide Sarundajang membangun monumen Trikora di Pulau Lembeh. ‘’Monumen Trikora itu disetujui beliau,’’ kata Sarundajang. Sebelumnya, Sarundajang mengaku per-nah dua kali menemui Soe-harto di Cendana sewaktu membawa surat tugas dari Gubernur HV Worang. 
“Saat itu saya masih men-jabat Kepala Sub Direktorat Keamanan dan Politik (Peme-rintahan di Sulut). Dua kali saya membawa surat ke Cen-dana,’’ kenang Sarundajang dan mengakui bahwa kesan pertemuan dengan Soeharto tidak pernah terlupakan. 
SUALANG
Pada bagian lain, Wakil Gu-bernur Freddy Harry Sualang (FHS) yang dulunya sempat menjadi korban pengekangan di era Orde Baru, tetap men-doakan kepergian Soeharto. Malahan Ketua DPC PDIP Su-lut ini mengajak agar supaya seluruh masyarakat Sulut, turut mendoakan Soeharto.
Bagi Sualang, sebagai umat yang beragama sudah sela-yaknya saling memaafkan satu sama yang lainnya. Ter-lepas dari apa yang pernah dilakukan rezim Orde Baru yang memasung sistem demo-krasi di Indonesia selama hampir 32 tahun, Sualang mengajak supaya masyarakat juga melihat jasa dan peng-abdian Soeharto kepada bangsa dan negara Indonesia.
Soal proses hukum yang dihadapi Soeharto, Sualang enggan mengomentarinya. Hanya saja bagi dia, persoal-an hukum dan kemanusiaan jelas berbeda, tinggal dari su-dut mana orang mengomen-tari. “Untuk urusan hukum silakan tanya ke pihak yang paling berkompeten. Namun sebagai umat yang beragama dan dari sisi kemanusiaan, sudah tentu kita harus saling memaafkan dan saling men-doakan satu sama yang lain-nya,” ungkap Sualang.(rik/ran)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin