HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

28 Januari 2008

18 hari terapung di laut 
Nelayan Warga Asing Diselamatkan Kapal Bitung


Kapal ikan milik Perusahaan PT Aneka Loka yang berope-rasi di Kota Bitung, secara tidak sengaja menemukan se-orang nelayan asing yang be-lum diketahui identitas dan negara asalnya, dalam keada-an mengenaskan karena ter-apung-apung di Perairan Laut Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin pekan lalu. 
Nelayan X ini yang diperkira-kan berumur 50-an itu, ter-geletak di atas perahu dengan keadaan kritis karena ter-apung-apung selama 18 hari di lautan. Awak kapal ikan PT Aneka Loka pun langsung me-nolong dan membawanya ke Kota Bitung guna diberi pe-rawatan secepatnya. 
Dari informasi yang diper-oleh, sebelum nelayan X diba-wa ke RSU Budi Mulia, Sabtu (26/01) pukul 19.00 WITA ne-layan itu dirawat di RSU TNI AL selama tiga hari. Nelayan ini disinyalir tersapu ombak yang memang lagi besar-besarnya saat ini. Akan tetapi karena belum bisa diketahui identitas dan data-data lain-nya, disebabkan sang nelayan hanya mengucapkan kata-kata dalam bahasa yang tidak dimengerti, maka pihak apa-rat hukum di Bitung dan pi-hak RSU Budi Mulia belum mengetahui kronologis keja-dian yang menimpanya. 
Minggu (27/01) kemarin, nelayan asing yang dirawat di RSU Budi Mulia, tepatnya ka-mar Zaferius II, nampak ter-lihat sangat lemah dan selang infus masih melekat pada tangannya. “Dia (nelayan, red) dibawa oleh awak kapal per-usahaan Aneka sejak Sabtu malam. Dan kondisinya me-mang lemas dan belum dike-tahui bahasa apa yang dia gu-nakan,” kata suster RSU Budi Mulia, Deisy Opit dan Medy Mangalo sembari mengung-kapkan, sejak beberapa hari di RSU Budi Mulia, sudah bebera-pa aparat kepolisian maupun TNI datang untuk mencari tahu identitas nelayan tersebut.
“Sampai saat ini tidak ada yang tahu bahasa yang digu-nakan nelayan itu. Awalnya banyak yang mengira itu bahasa tagalog Filipina. Tapi setelah didengar-dengar ternyata tidak,” ujar mereka. Malah, dari keterangan pihak medis di rumah sakit, selama 18 hari terapung di lautan, nelayan X itu mempertahan-kan hidupnya hanya dengan memakan busa dan memi-num air hujan. 
“Dia hanya makan-makan busa dan minum air hujan, sehingga memang keada-annya sangat lemah sekali,” ungkap Deisi Opit yang me-ngetahui hal itu dari awak ka-pal PT Aneka yang pertama me-nolong nelayan tersebut.(oan)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin