|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
28 Januari 2008
|
|
18 hari terapung di laut
Nelayan Warga Asing Diselamatkan Kapal Bitung
|
Kapal ikan milik Perusahaan PT Aneka Loka yang berope-rasi di Kota Bitung, secara tidak sengaja menemukan se-orang nelayan asing yang be-lum diketahui identitas dan negara asalnya, dalam keada-an mengenaskan karena ter-apung-apung di Perairan Laut Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin pekan lalu.
Nelayan X ini yang diperkira-kan berumur 50-an itu, ter-geletak di atas perahu dengan keadaan kritis karena ter-apung-apung selama 18 hari di lautan. Awak kapal ikan PT Aneka Loka pun langsung me-nolong dan membawanya ke Kota Bitung guna diberi pe-rawatan secepatnya.
Dari informasi yang diper-oleh, sebelum nelayan X diba-wa ke RSU Budi Mulia, Sabtu (26/01) pukul 19.00 WITA ne-layan itu dirawat di RSU TNI AL selama tiga hari. Nelayan ini disinyalir tersapu ombak yang memang lagi besar-besarnya saat ini. Akan tetapi karena belum bisa diketahui identitas dan data-data lain-nya, disebabkan sang nelayan hanya mengucapkan kata-kata dalam bahasa yang tidak dimengerti, maka pihak apa-rat hukum di Bitung dan pi-hak RSU Budi Mulia belum mengetahui kronologis keja-dian yang menimpanya.
Minggu (27/01) kemarin, nelayan asing yang dirawat di RSU Budi Mulia, tepatnya ka-mar Zaferius II, nampak ter-lihat sangat lemah dan selang infus masih melekat pada tangannya. “Dia (nelayan, red) dibawa oleh awak kapal per-usahaan Aneka sejak Sabtu malam. Dan kondisinya me-mang lemas dan belum dike-tahui bahasa apa yang dia gu-nakan,” kata suster RSU Budi Mulia, Deisy Opit dan Medy Mangalo sembari mengung-kapkan, sejak beberapa hari di RSU Budi Mulia, sudah bebera-pa aparat kepolisian maupun TNI datang untuk mencari tahu identitas nelayan tersebut.
“Sampai saat ini tidak ada yang tahu bahasa yang digu-nakan nelayan itu. Awalnya banyak yang mengira itu bahasa tagalog Filipina. Tapi setelah didengar-dengar ternyata tidak,” ujar mereka. Malah, dari keterangan pihak medis di rumah sakit, selama 18 hari terapung di lautan, nelayan X itu mempertahan-kan hidupnya hanya dengan memakan busa dan memi-num air hujan.
“Dia hanya makan-makan busa dan minum air hujan, sehingga memang keada-annya sangat lemah sekali,” ungkap Deisi Opit yang me-ngetahui hal itu dari awak ka-pal PT Aneka yang pertama me-nolong nelayan tersebut.(oan)
|
|