|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya |
28 Januari 2008
|
|
|
Ritual
Perang Warnai Apel Adat Minahasa
|
Apel adat Minahasa di Kota Bitung menjadi pusat perhatian ribuan warga. Pasalnya dalam pagelaran seni budaya Minahasa Wanua Bitung kemarin (27/01), suku Bantik memamerkan atraksi tarian berbau ritual perang yang dipimpin oleh Tonaas Bantik di Bitung dr Ferry Kalitouw dengan cara memotong badan, tangan sampai lidah mereka.
Tarian itu menampilkan tiga kelompok penari dari suku Bantik, yang masing-masing me-nunjukan kebolehannya dalam berperang sambil melakukan demonstrasi memotong tangan, leher, kaki dan perut sendiri. Bahkan para penari juga sese-kali melakukan serangan dengan senjata tajam berupa parang dan pedang kepada rekannya.
Menariknya, dari atraksi itu ti-dak ada satu pun penari yang terluka atau berdarah. “Luar bi-asa mereka semua kebal senja-ta,” kata seorang turis bule de-ngan bahasa Indonesia yang terbata-bata.
Sebelumnya, tidak kurang dari seribuan warga Tou Minahasa Wanua Bitung, sejak pukul 13.00 hingga sore menjelang malam tumpah ruah memadati Lapangan Maesa Bitung untuk mengikuti acara puncak apel adat wangko dan pagelaran bu-daya Minahasa.
Ribuan warga ini melakukan pawai atau arak-arakan yang mengambil start dari Kelurahan Sagerat menuju Lapangan Maesa. Tonaas dari masing-ma-sing Pakasaan (Tonsea, Toulour, Tombulu, Tountemboan, Ban-tik, Pasan Ponosakan dan Ton-sawang), menaiki mobil Jeep pick up yang diikuti oleh ribuan warga. Tiba di depan tugu Xa-verius Dotulong, ketujuh Tonaas melakukan penanaman 7 pohon Tewaan sebagai simbol dari 7 Pakasaan. Penanaman pohon Tewaan dan berjalan keliling di halaman kantor Walikota seba-gai ritual adat Minahasa yang melambangkan 7 tonaas dan pa-kasaan di Bitung mendukung pemerintahan Hanny Sondakh dan Robert K Lahindo.
Ketujuh tonaas itu akhirnya menuju panggung kehormatan untuk dikukuhkan sebagai Ma-jelis Kebudayaan Minahasa (MKM) Wanua Bitung oleh Ketua MKM di Minahasa, dr Bert Supit. Selain itu, dianugerahkan gelar tonaas dari tujuh wakil paka-saan, masing-masing Prof dr Bu-tje Moningka (Tonaas Tounsea), Drs Max Pongoh (Tonaas Toun-temboan), Kol (Purn) Cornelis Supit (Tonaas Toulour), Drs JHA Kapoh (Tonaas Tombulu), dr Fer-ry Kalitouw (Tonaas Tou Bantik), Jefta Ratela SPd (Tonaas Tonsa-wang), dan Jan Lomban (Tonaas Pasan Ponosakan).
Pengukuhan ini ikut disaksi-kan Sekretaris Dirjen Nilai-nilai Seni, Budaya dan Film Kemen-terian Pariwasata dan Budaya, Sutrisno MS, Walikota Bitung Hanny Sondakh, Sekprop Sulut Drs Robby Mamuaja, Sekkot Max J Lomban SE, Ketua DPRD Yondries Kansil SH MSi dan unsur muspida lainnya. Acara pun dilanjutkan ibadah dan apel wangko serta pagelaran budaya Minahasa.(oan)
|
|