CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

   

 
Berita Ekonomi dan Bisnis  

28 Januari 2008

Pertumbuhan Ekonomi 
Pertanian Sulut 2008 Bakal Menurun

 

 IKUTI BERITA LAIN

Harga Vanili Tembus Rp 70 Ribu per Kilogram

Disperindag Berlakukan Harga Semen yang Baru

Sejumlah Eksekutif dan Pengusaha Terima Penghargaan

Harga Daging Ayam Anjlok

Pertumbuhan ekonomi di bidang pertanian di Sulut, kemungkinan akan mengalami penurunan di tahun 2008 ini. “Indikatornya, karena harga pupuk berbagai jenis, baik non subsidi maupun subsidi mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Dan hal ini sangat memberatkan petani,” demikian disampaikan pengusaha muda asal Langowan, Ir Novi Aruperes kepada harian ini, Minggu (27/01) kemarin.

Ia mencontohkan, pupuk non subsidi seperti KCL, yang masih sangat tergantung dari luar negeri, khususnya dari Rusia, harganya sangat mem-beratkan. Sekarang petani bukan hanya sulit mendapat-kannya, tapi kenaikannya ju-ga mencapai 100 persen. Se-bab harga sebelumnya Rp 125 ribu per sak, sekarang di ting-kat distributor Rp 375 ribu per sak. “Hal ini mungkin juga disebabkan karena pemerin-tah belum menanganinya,” tuturnya.
Sementara itu, pupuk sub-sidi dari pabrik belum mampu untuk memasok sesuai kebu-tuhan petani. Misalnya jenis SP36 yang oleh petani sangat dibutuhkan di musim tanam ini. 
“Sekarang tidak ada lagi di gudang. Apa ini kesalahan pabrik atau distributor? Tapi menurut saya, ini karena dis-tributor yg sebetulnya sudah terlalu banyak jumlahnya, tapi ternyata tidak memiliki stok yang cukup. Ini memang perlu kerja sama dengan pemerintah.”
Ia menjelaskan, harga jenis pupuk ini dulunya hanya Rp 1550 per kg. Tapi sekarang sudah dijual Rp 2500 sampai Rp 3000. “Hal ini dikarenakan kesedihannya mengalami ke-kosongan. Petani mulai me-ngeluh dengan SP36. Biaya-nya justru sudah di atas sub-sidi. Ini jelas sangat berpenga-ruh bagi biaya produksi peta-ni.”
Pupuk lainnya, seperti mu-tiara dan hidrocomplex, tadi-nya harganya Rp 175 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 275.000, dan naik lagi menjadi Rp 375 ribu.
“Kami tidak tahu apa penye-babnya. Jadi kami harapkan pemerintah, pabrik dan distri-butor dapat memperhatikan masalah ini.”(jef)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin