|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Tenggara |
28 Januari 2008
|
|
Jangan Jadikan Gereja Mimbar Politik!
|
Banyaknya kandidat bakal calon bupati dan wakil bupati yang menyatakan diri ingin tampil di Pemilu Kepala Daerah di Kabupaten Mitra, sesuatu hal yang sah dan wajar. Sayangnya, kebebasan menyampaikan maksud dan tujuan mereka beberapa waktu terakhir ini makin me-nunjukan sikap yang kurang mengundang simpatik masyarakat dan jemaat.
Pasalnya ada kalangan ter-tentu yang memanfaatkan mimbar gereja sebagai modal dalam mempromosikan mak-sud dan tujuan para kandi-dat.
Menanggapai hal ini, Ketua Bamag Desa Pangu, Kecama-tan Ratahan, Pdt Boy Mokosuli Sth, mengatakan, pada dasar-nya apa yang diinginkan kan-didat tersebut wajar-wajar sa-ja. Namun jangan jadikan mimbar gereja sebagai sarana untuk tujuan politik. Karena menurutnya, jika itu terjadi justru akan menimbulkan perpecahan di dalam jemaat.
Hal senada juga di sampai-kan tokoh masyarakat Rata-han, Semuel Montolalu. Dika-takannya, ada sejumlah kan-didat yang kini memanfaat-kan mimbar gereja sebagai alat dalam menyampaikan maksud mereka dengan me-nonjolkan simbol-simbol pribadi. “Selain itu ada juga sandi-sandi khusus dalam menyampaikan aspirasi mere-ka,” ungkap Montolalu tanpa menyebut nama kandidat yang dimaksud.(dax)
|
|