|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Manado dan Sekitarnya |
29 Januari 2008
|
|
Masih banyak warga yang tinggal di wilayah rawan bencana
Kenda: Biar Alam yang Tertibkan
|
Penertiban warga Manado yang tinggal di wilayah ra-wan bencana, sulit dilaku-kan Pemerintah Kota (Pem-kot) Manado. Sebab bagai-mana pun juga mereka juga adalah warga Manado yang perlu tempat tinggal. Untuk menyelesaikan persoalan ini, pemerintah lebih ba-nyak menyerahkan pada ke-sadaran warga sendiri.
“Kita tidak mau dan tidak mungkin menertibkan mere-ka. Mungkin biar alam saja yang menertibkan mereka,” kata Kepala Dinas Tata Kota Pemkot Manado, Amos Kenda kepada sejumlah wartawan, Senin (28/01) kemarin.
Dikatakan Kenda, selang beberapa waktu belakangan ini, memang di wilayah Kota Manado sering terjadi benca-na alam, baik longsor maupun banjir. “Kita harapkan adanya peristiwa itu akan memberikan kesadaran kepada warga yang sampai saat ini menempati daerah rawan bencana, untuk meninggalkan lokasi mereka,” ungkapnya.
Sebetulnya, aku Kenda, pihak-nya tidak lepas tangan dengan permasalahan yang ada. Bukti-nya pihak pemerintah kota se-lalu mengingatkan warga, khususnya yang ada di daerah rawan bencana, untuk waspada dan bahkan meninggalkan lokasinya. “Tetapi ternyata ada warga yang beranggapan, toh mereka tidak harus selalu merasa was-was,” katanya.
Lebih parahnya lagi, hampir semua warga yang menempati daerah rawan bencana ter-sebut tingkat perekonomian-nya rendah. Akibatnya kon-struksi bangunan yang ada tidak memenuhi persyaratan yang seharusnya. “Tinggal di daerah kemiringan sebetul-nya bisa saja, tetapi tentunya harus dengan konstruksi ter-tentu,” tandasnya.
Dalam hal izin, dikatakan Kenda, jelas pemkot tidak akan memberikannya. “Sebagian be-sar bangunan itu tidak memi-liki IMB karena memang kita tidak akan berikan sejauh kita pandang tidak memenuhi syarat untuk dijadikan daerah hunian,” katanya lagi.
Dari 74 ribu lebih bangunan yang ada di Manado, dikata-kan Kenda, kurang lebih 5 persen diantaranya berlokasi di daerah rawan bencana. “Jadi memang lumayan ba-nyak. Padahal kalau melihat topografi Kota Mando, 60 sampai 70 persen daerah la-yak huni. Lihat saja daerah Mapanget yang masih ba-nyak yang kosong,” tukasnya.
Kedepan aku Amos, pihak-nya berharap bahwa pemba-ngunan rumah susun akan menjawab permasalahan ini. “Pengembangan rumah susun sangat sejalan dengan pro-gram pemerintah kota dan ki-ta harapkan ini akan menye-lesaikan permasalahan peru-mahan di Manado,” ungkap-nya.(ami)
|
|