|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Tribun Olahraga
|
30 Januari 2008
|
|
Targetkan dua emas di PON
Tim Ski Air Sulut Harus Realistis
|
Target dua medali emas yang dicanangkan tim ski air Sulut di PON XVII mendatang, mendapat respons dari pemer-hati olahraga Sulut. Menurut salah seorang pemerhati, target untuk meraih medali emas merupakan suatu hal yang wa-jar, tapi harus dilihat apakah hal itu bisa dicapai atau tidak.
“Setiap orang yang ditanya apa target yang akan dicapai di PON nanti, jawabannya pasti bisa meraih medali emas. Na-mun menurut saya, hal itu wajar dan pandangan tersebut tidak salah,” ungkap pemerhati ter-sebut yang enggan namanya dipublikasikan.
Ia mencontohkan, hasil di Pra-PON lalu, di mana prestasi yang diraih belum juga men-janjikan. “Tapi kenapa bisa me-nargetkan meraih dua emas, itu kan tidak realistis,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprop PSASI Sulut, Revol Tulong saat dimintai tang-gapan terkait hal ini menga-takan, target yang dicanangkan oleh Ketua Umum, Herry Kereh adalah hal yang wajar. Pasalnya ia melihat sendiri pertandingan di kualifikasi Pra PON lalu, dan mungkin ada pertimbangan lain darinya sehingga menetapkan target tersebut. “Namun begitu, kami sadar faktor persiapan me-rupakan hal yang utama dalam meraih prestasi, karena daerah lain sudah mulai melakukan per-siapan, sedangkan kami belum. Tapi ini tidak membuat kami pe-simis untuk meraih medali. Rasa optimisme tetap ada, sebab apa-bila persiapan mantap prestasi juga pasti bagus,” jelas Tulong.
Ditambahkannya, dalam ca-bang olahraga ski air, faktor luck mempunya andil yang sangat besar. “Kenapa saya katakan de-mikian? Sebab, dalam olahraga ski air, yang menjadi saingan bu-kan hanya sesama atlet, tapi juga alam. Jadi faktor luck juga sangat menentukan,” imbuhnya.
Ia menuturkan, kalau memang mereka berpatokan dengan hasil kualifikasi Pra-PON lalu, memang wajar adanya. Tapi ia mengaku, ha-rus mereka tahu, bahwa saat Pra-PON, kondisinya tidak menunjang.
“Contoh saja dari segi per-lengkapan yang disediakan oleh pihak panitia pelaksana yang tak sesuai dengan standar. Seperti halnya dengan saya yang pada waktu itu harus ditarik meng-gunakan kapal pesiar, karena tak ada boat spesial yang biasa digunakan. Ini bisa mempe-ngaruhi performance atlet,” ucapnya.(sal)
|
|