|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
30 Januari 2008
|
|
Dewan Desak Polda Ungkap Pencurian Dokumen Balitka
|
Pencurian sejumlah doku-men di Kantor Balai Penelitian Kelapa (Balitka), mengundang berbagai interpretasi. Oleh sebab itu, Komisi A DPRD Su-lut mendesak agar Polda Su-lut mengungkap kasus pen-curian di Balitka yang saat ini tengah berpolemik seputar alihfungsi menjadi areal pa-cuan kuda.
“Kami mendesak supaya pen-curian yang terjadi di Balitka baru-baru ini diusut pihak Polda Sulut. Pengungkapan kasus ini penting dan ber-manfaat, supaya publik tahu motif di balik pencurian do-kumen tersebut,” ujar Ketua Komisi A DPRD Sulut, Jemmy Lelet SH dan Sekretaris Komisi A DPRD Sulut, Frangky Wong-kar SH, Selasa (29/01).
Dua legislator asal Minsel ini mengatakan, pentingnya pen-curian ini diungkap pihak ke-polisian, untuk menjernihkan opini dan spekulasi argumen-tasi yang bergulir di tengah-te-ngah masyarakat Sulut. “Mun-culnya kasus pencurian di Ba-litka ini melahirkan spekulasi-spekulasi negatif dari masyara-kat terkait polemik yang terjadi sekarang ini. Untuk itu, sangat penting apabila kasus ini se-gera diungkapkan aparat ter-kait,” tukas Lelet dan Wongkar senada.
Di tempat terpisah, Ketua Ka-rang Taruna Kota Manado, Ro-nald Selendu SE mengharap-kan agar masyarakat Sulut menghindari berspekulasi me-ngeluarkan argumentasi, de-ngan asumsi motif pencurian ini bisa banyak faktor. Ia opti-mis pihak kepolisian akan da-pat mengungkap kasus pen-curian ini.
Di tempat terpisah, salah satu aktivis Minsel, Karel Lakoy menduga bahwa kasus ini bisa saja skenario internal, yang memanfaatkan konflik Balitka dengan Pemkot Manado. Ia menganjurkan pihak kepolisian untuk menelusuri kebenaran atas kehilangan dokumen-do-kumen penting Balitka terse-but. Ia juga menantang pihak kepolisian untuk mengusut sejumlah proyek Balitka yang dianggap misterius karena tidak pernah dipublikasikan, padahal instansi ini banyak menerima tender proyek dari APBN.
“Kami harapkan pihak ke-polisian usut kasus-kasus tender proyek di instansi ini, sebab sampai saat ini, proyek yang ada di instansi ini ter-kesan misterius. Ini dibukti-kan dengan tidak adanya pe-ngumuman tender proyek, padahal ada banyak proyek APBN yang masuk di instansi ini,” ujar Lakoy.(ran)
|
|