|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
30 Januari 2008
|
|
Kekerasan di Kenya makin tak terkendali
19 Orang Dibakar Hidup-hidup
|
Kekerasan etnis di Kenya kian tak terkendali dan makin sadis. Nyawa manusia seakan tak berharga lagi. Sedikitnya 19 orang dibakar hidup-hidup di sebuah rumah. 11 di antara me-reka anak-anak. Situasi di ne-geri Afrika itu benar-benar genting. Bahkan militer tak bisa menghentikan gelombang aksi pembunuhan yang dilakukan ber-balas-balasan.
Lebih dari 100 orang telah te-was dalam empat hari terakhir akibat pertikaian etnis Kikuyu dan Luo. Kebanyakan dari mereka te-was terkena panah atau dibakar. Sekelompok orang Kikuyu me-ngejar beberapa orang Luo dan berhasil menjebak mereka di se-buah rumah yang kemudian diba-kar. Kepolisian menemukan 19 jasad berkumpul di satu rua-ngan.
Demikian disampaikan Grace Kakai, komandan polisi di Kota Naivasha, Rift Valley seperti di-lansir Kantor Berita AFP, Selasa (29/01) yang dilansir detik.
Menurut Kakai, beberapa anak-anak yang tewas terpanggang
tak bisa dikenali lagi. “Yang bisa saya katakan, mereka anak-anak sekolah. Situasi sangat buruk, orang-orang saling bertikai dan mencoba mengusir mereka dari daerah ini. Kita harus mengevakuasi rakyat,” imbuhnya.
Kekerasan etnis ini mema-nas sejak kisruhnya pemili-han umum pada Desember 2007 silam. Dalam pemilihan itu, Presiden Mwai Kibaki dinyatakan sebagai pemenang tetapi pemimpin oposisi, Raila Odinga mengklaim telah ter-jadi kecurangan dalam pemilu itu. Kibaki berasal dari etnis Kikuyu sedangkan Odinga da-ri Luo. Sejak itulah kedua et-nis saling melancarkan sera-ngan. Sejauh ini kerusuhan tersebut telah merenggut se-tidaknya 700 nyawa dan me-nyebabkan 260 ribu orang mengungsi.(dtc/afp)
|
|