CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

   

 
Berita Ekonomi dan Bisnis  

30 Januari 2008

Dari forum dialog Bakohumas Sulut
Antisipasi Kenaikan Harga Sembako dengan Revitalisasi Pertanian

 

 IKUTI BERITA LAIN

Diperindag Terus Pantau ‘Black Market’

PT Indo Farma Tambah Pasokan Penyaluran Obat Murah

Sistem ketahanan pangan diterapkan
Bulog Serap 3000 Ton Beras Lokal

Sulut Targetkan Jadi Produsen Jagung Terbesar di Indonesia

Untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) yang lebih dikenal dengan sembako (sembilan bahan pokok), untuk masyarakat Sulut saat ini, solusinya perlu terus digalakkan revitalisasi pertanian. 

“Karena dengan revitalisasi pertanian, kebutuhan pokok masyarakat dapat teratasi,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprop Sulut, Dra Marieta Kuntag, pada Forum Dialog Bakohumas Sulut, Sela-sa (29/01) kemarin di aula Dinas Komunikasi dan Informasi (Ko-minfo) Jalan 17 Agustus Mana-do. Forum Bakohumas tersebut dipimpin Kepala Dinas Kominfo Sulut, Drs AJ Tumengkol.
Menurut Kuntag, kenaikan harga bahan pangan saat ini memang tidak lepas dari hukum ekonomi, yaitu supply dan de-mand. Dan kenaikan harga itu juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik global, nasional maupun lokal. 
“Kegoncangan ekonomi di be-berapa negara, bisa saja mem-pengaruhi negara lain. Karena sekarang memang tengah ber-langsung proses globalisasi. Se-bagai contoh naiknya harga ke-delai, disebabkan karena pa-sokan dari negara produsen se-perti Amerika Serikat dan Cina, memang menurun,” tuturnya.
Dalam kaitan dengan langkah antisipasi kenaikan harga sem-bako, menurut Kuntag, pihak-nya selalu berkoordinasi dengan instansi teknis. Di mana hampir setiap hari pihak Disperindag selalu melakukan pemantauan harga-harga kebutuhan pokok dan juga bahan-bahan lainnya. Selain itu telah dibentuk pula Tim Pengawasan Harga dan Stok. 
“Bila terjadi kelangkaan atau kenaikan harga yang tak wajar, semua stakeholder di bidang perindustian dan perdagangan selalu mengambil langkah-lang-kah antisipatif,” tuturnya lagi, seraya mengatakan pihaknya juga selalu berkoordinasi de-ngan Perindag Pusat agar peme-rintah pusat juga bisa mengeta-hui perkembangan soal harga dan perekonomian di daerah.
Dituturkannya, revitalisasi pertanian yang dicanangkan Gubernur Sulut, SH Sarunda-jang memiliki makna yang sangat luas, terutama untuk meme-nuhi kebutuhan pangan ma-syarakat Sulut, sekaligus untuk meningkatkan perekonomian Sulut umumnya.(jef)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin