|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
30 Januari 2008
|
|
Dari forum dialog Bakohumas Sulut
Antisipasi Kenaikan Harga Sembako dengan Revitalisasi Pertanian
|
Untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) yang lebih dikenal dengan sembako (sembilan bahan pokok), untuk masyarakat Sulut saat ini, solusinya perlu terus digalakkan revitalisasi pertanian.
“Karena dengan revitalisasi pertanian, kebutuhan pokok masyarakat dapat teratasi,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprop Sulut, Dra Marieta Kuntag, pada Forum Dialog Bakohumas Sulut, Sela-sa (29/01) kemarin di aula Dinas Komunikasi dan Informasi (Ko-minfo) Jalan 17 Agustus Mana-do. Forum Bakohumas tersebut dipimpin Kepala Dinas Kominfo Sulut, Drs AJ Tumengkol.
Menurut Kuntag, kenaikan harga bahan pangan saat ini memang tidak lepas dari hukum ekonomi, yaitu supply dan de-mand. Dan kenaikan harga itu juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik global, nasional maupun lokal.
“Kegoncangan ekonomi di be-berapa negara, bisa saja mem-pengaruhi negara lain. Karena sekarang memang tengah ber-langsung proses globalisasi. Se-bagai contoh naiknya harga ke-delai, disebabkan karena pa-sokan dari negara produsen se-perti Amerika Serikat dan Cina, memang menurun,” tuturnya.
Dalam kaitan dengan langkah antisipasi kenaikan harga sem-bako, menurut Kuntag, pihak-nya selalu berkoordinasi dengan instansi teknis. Di mana hampir setiap hari pihak Disperindag selalu melakukan pemantauan harga-harga kebutuhan pokok dan juga bahan-bahan lainnya. Selain itu telah dibentuk pula Tim Pengawasan Harga dan Stok.
“Bila terjadi kelangkaan atau kenaikan harga yang tak wajar, semua stakeholder di bidang perindustian dan perdagangan selalu mengambil langkah-lang-kah antisipatif,” tuturnya lagi, seraya mengatakan pihaknya juga selalu berkoordinasi de-ngan Perindag Pusat agar peme-rintah pusat juga bisa mengeta-hui perkembangan soal harga dan perekonomian di daerah.
Dituturkannya, revitalisasi pertanian yang dicanangkan Gubernur Sulut, SH Sarunda-jang memiliki makna yang sangat luas, terutama untuk meme-nuhi kebutuhan pangan ma-syarakat Sulut, sekaligus untuk meningkatkan perekonomian Sulut umumnya.(jef)
|
|