CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Talaud, Sitaro, Sagihe

30 Januari 2008

Pihak pengelola merugi ratusan juta
Soal BBR, Pusat Diminta Beri Kelonggaran Waktu

 

 IKUTI BERITA LAIN

BPKAD Talaud Terapkan SIMDA

Aktivitas di Pelabuhan Dialihkan

Lintas Berita Satal

Tersendatnya pembagian Bahan Bangunan Rumah (BBR) bagi warga yang terkena bencana di bawah kendali Propinsi Sulut untuk tahap pertama di Kabupaten Sangihe ini masih menyisakan persoalan. Terutama kasus yang dialami PT Tiga Putra Pratama, selaku pihak pengelola kabarnya mengalami kerugian sebesar Rp 400 juta. 

“Pemerintah pusat harus memberi kelonggaran waktu, sebab bagaimana pun juga perusahaan ini sudah punya niat baik melaksanakan kon-trak kerja. Kasihan mereka (pengelola) sudah merugi ra-tusan juta,” ujar sejumlah warga Sangihe yang mengaku sangat mengharapkan ban-tuan BBR ini disalurkan. 
Diakui mereka, meski me-mang hingga batas waktu yang diberikan 19 Desember lalu, namun ada keterlam-batan penyaluran sisa bahan baku akibat facktor cuaca, ke-langkaan bahan baku secara mendadak dan rutinitas peng-angkutan barang yang tidak kontinu ke wilayah kepu-lauan. 
Senada, pemerhati lingku-ngan yang juga unsur pemu-da Sangihe, Jener Manis di-dampingi sejumlah warga yang sudah menerima ban-tuan menyarankan dan me-mohon agar kesalahan yang belum sama sekali merugikan negara patut ditolerir untuk diselesaikan kontraktornya. Sebab yang namanya benca-na, sambung Manis, pasti ditangani darurat sehingga dengan demikian, sepanjang perusahaan sudah punya nia-tan baik menyalurkan bahan baku, pun itu dapat dibijak-sanai. “Saya berharap peme-rintah pusat dapat memak-lumi kekurangan itu sepan-jang tidak merugikan. Sebab imbas dari penegasan pusat untuk menarik dana bencana ini selain masyarakat rugi, bagi perusahan yang harus mengembalikan pinjaman uang di bank akan terseret masalah bahkan kehilangan kesempatan untuk berusaha atau hak hidup,” pungkas-nya.(med) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin