HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

31 Januari 2008

Hearing Komisi IV DPR RI soal Balitka
Petani dan Akademisi Diundang ke Senayan

 
Hearing Komisi IV DPR RI terkait persoalan Balitka Senin (04/02) mendatang di Senayan Jakarta, tidak saja menghadirkan Walikota Ma-nado dan Gubernur Sulut. Kalangan petani dan akade-misi pun diundang secara terbuka untuk memberi ma-sukan terkait polemik alih fungsi lahan Balitka menja-di areal pacuan kuda. 

‘’Hearing nanti sifatnya ter-buka, petani dan akademisi bisa menyampaikan penda-patnya,’’ ungkap Anggota Ko-misi IV DPR RI, Apri Sukandar kepada Komentar di Jakarta, Rabu (30/01). Jika tidak bisa menghadiri langsung, masu-kan itu bisa dikirim lewat su-rat tertulis.
“Jika petani dan akademisi tidak bisa hadir dalam hear-ing. Maka secepatnya mengi-rimkan surat ke komisi IV se-belum hearing,” sarannya. Menurutnya, masukan dari petani dan akademsi penting artinya, agar pembahasan nantinya lebih komprehensif. 
Dikatakannya, hearing terse-but tujuannya mencari solusi terbaik. Sehingga, nantinya komisi akan menindaklanjuti kembali dengan membentuk tim dan mendapat masukan para pakar dulu. Sejauh ini, dia me-negaskan bahwa komisi tidak setuju alih fungsi terjadi demi kepentingan perekonomian petani kelapa.
Komisi tidak ingin, hanya karena kepentingan sepihak, kemudian dijadikan alasan untuk alih fungsi lahan Balit-ka. Selain itu, kata Apri, Sulut sudah memiliki pacuan kuda di Tompaso dan tinggal dikem-bangkan saja. “Sebaiknya tidak perlu memaksakan kehendak. Kembangkan saja pacuan kuda yang ada,” tukas politisi berda-rah kawanua ini seraya menga-takan, surat panggilan terha-dap gubernur dan walikota se-gera dikirim dalam waktu de-kat. ‘’Mudah-mudahan besok (hari ini, red) sudah bisa di-kirim,” tukasnya. 
Sementara itu, Pemprop Su-lut lewat Sekprop Drs Robby Mamuaja mengatakan, seba-gai pemerintah, pihaknya akan bersikap proaktif dan siap merespons hearing Ko-misi IV di Senayan. Meski be-gitu, pihaknya mengaku be-lum menerima panggilan hearing. “Kita juga baru tahu setelah membaca koran bah-wa pak gubernur akan diun-dang menghadiri hearing di DPR RI. Menurut saya, ren-cana ini positif. Hanya saja, apakah gubernur akan hadir atau tidak, saya belum dapat memastikannya. Sebab, pak gubernur sampai hari ini ma-sih di Jakarta menghadiri per-temuan dengan pemerintah pusat,” ungkap Mamuaya ke-pada wartawan, Rabu (30/01).
Lebih lanjut, terkait perso-alan ini, Mamuaja mengata-kan akan ditempuh cara yang terbaik. “Memang sejauh ini belum ada penegasan resmi dari pemprop, apakah pemba-ngunan pacuan kuda dapat diteruskan atau tidak. Tetapi pada intinya pemprop akan mengambil langkah tepat. Hanya saja bagaimana kebija-kan itu akan diterapkan. Kita tunggu saja sampai gubernur datang,” tukasnya.
Sementara itu, ketika dising-gung apakah Pemkot Manado pernah menyurat untuk me-mohon izin pemanfaatan la-han Balitka tersebut, Mamua-ja tidak menepisnya. Dan me-ngatakan bahwa hal itu me-mang telah dilakukan sejak lama. Bahkan untuk meres-ponsnya gubernur telah me-nyurat ke Menteri Pertanian, di mana dalam surat tersebut pemkot dibolehkan melaku-kan pembangunan areal pa-cuan kuda dengan catatan, memanfaatkan pada sisi kiri Balitka atau dalam denah tercatat dalam bagian I, III dan V. Tetapi entah disengaja atau tidak, ternyata lahan yang digusur pemkot adalah bagian II,IV dan VI yang tidak lain merupakan lahan pene-litian kelapa unggulan. “Itulah persoalannya, lahan yang di-gusur justru yang tidak dire-komendasikan. Dan untuk mencari jalan keluar mau pun solusinya atas persoalan ini, tentunya diharapkan adalah yang paling baik,” imbuhnya.
Secara terpisah, Sekretaris Kota Manado, Ir GSV Lumen-tut MSi saat dikonfirmasi terkait rencana hearing DPR RI, mengaku bahwa pihaknya belum melihat adanya surat masuk dari DPR RI terkait pe-manggilan walikota. “Sampai sekarang (kemarin, red), be-lum ada surat yang masuk le-wat Sekretariat Pemkot Ma-nado,” katanya. Dia sendiri mengaku, informasi pemang-gilan terhadap walikota ter-sebut, baru diketahuinya dari media massa. “Saya baru tahu pagi ini setelah baca koran Anda. Tetapi mungkin saja pe-manggilan tersebut disampai-kan langsung ke beliau (Jimmy Rimba Rogi, red),” tandas mantan Karo Pembangunan Pemprop Sulut ini.(ami/eda/zal)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin