|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
31 Januari 2008
|
|
Kenaikan Gaji PNS Cair, Harga Sembako Disubsidi
|
Sudah dipastikan kalangan PNS akan menerima kenaikan gaji 20 persen pada Februari, beserta rapel yang dihitung sejak Januari 2008. Hal ini di-amini Menkeu dan Pimpinan Komisi IX DPR RI dalam per-temuan terbatas di Jakarta, Rabu (30/01).
Wakil Ketua Komisi XI, Olly Dondokambey mengatakan, hasil rapat terbatas, Menkeu menjanjikan juknis pencairan gaji dikirim ke daerah awal Februari. “Menkeu menjanji-kan awal minggu pertama bu-lan Februari. Sekarang proses yang dilakukan Depkeu su-dah tuntas,” ungkap Dondo-kambey kepada koran ini, kemarin.
Dia juga memastikan, pen-cairan kenaikan gaji sudah bi-sa dinikmati Februari nanti-nya, berikut rapel yang dihi-tung per Januari. ‘’Jadi ada ra-pelnya.’’ Disebutkan, kenai-kan 20 persen bukan pada ga-ji pokok PNS, tetapi pada va-riabel tunjangannya. “Jika di-masukan dalam gaji pokok, negara tidak akan sanggup membayarnya,” tandas legis-lator asal Sulut ini.
Sementara itu, terkait kenai-kan harga, pemerintah mem-punyai kiat tersendiri. Peme-rintah akan memberi subsidi harga untuk beberapa komo-ditas pertanian. Pemberian subisidi ini dipastikan tidak akan mengganggu APBN. “Kita melihat fasilitas itu dalam konteks lebih besar, yaitu keamanan anggaran kita. Pokoknya harus APBN aman. Tapi usulan dunia usaha kita respons seoptimal mungkin. Tentu usulan sub-sidi tetap akan kita pertim-bangkan. Tapi kemungkinan kita akan memberi subsidi harga pada komoditas terten-tu,” kata Menko Perekono-mian Budiono usai rapat di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
Sementara Ketua Kadin MS Hidayat mengatakan subsidi harga yang penting itu con-tohnya adalah beras, minyak goreng, minyak tanah, ke-delai. Menanggapi permin-taan kalangan dunia usaha itu, Boediono mengaku peme-rintah memang fokus untuk melakukan stablisasi harga pangan. “Soal waktu kita mau secepatnya tentu. Tapi kita tahu ini ekonomi pasar, jadi tidak realistis kalau kita tetapkan tanggalnya kapan,” kata Boediono. Yang jelas lanjut Boediono, pemerintah akan menghilangkan ham-batan-hambatan yang membuat tingginya harga pangan.
“Tentu hambatan fisik lapa-ngan akibat bencana alam mempengaruhi distribusi. Kita akan beri prioritas tinggi bagi angkutan sembako, nanti aturannya kita susun,” katanya.(zal/sbr*)
|
|