|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Hukum dan Kriminal
|
31 Januari 2008
|
|
Saksi Akui Penculikan
Toar Hanya Rekayasa
|
Kasus dugaan memberikan keterangan palsu terkait penculikan Toar Semuel Tang-kau, yang melibatkan MK alias Miklan sebagai terdakwa, Rabu (30/01) kemarin kembali di-sidang di Pengadilan Negeri Manado dengan Majelis Hakim Achmad Subaidy SH MH, J Butar-Butar SH MH, dan M Daru Hermawan.
Dalam sidang JPU Togap Silalahi SH meng-hadirkan tiga saksi masing-masing Sekretaris pribadi Toar Sandy Matindas, Pengawal Toar dari kepolisian Herry Lumiwu, Revlin Pa-ngemanan seorang sopir dan juga Jhoni Laluas dari Poltabes Manado.
Menariknya, dalam sidang tersebut saksi Herry Lumiwu me-ngatakan bahwa penculikan terhadap Toar hanya main-main alias rekayasa. Sebab yang melakukan penculikan adalah Jhoni Laluas dengan dirinya. “Toar sempat mengirimkan sms kepada saya untuk menculiknya dan menarik ke dalam kendaraan,” ungkapnya.
Ketika Majelis Hakim menanyakan apakah terdakwa Miklan tahu kalau penculikan tersebut hanya rekayasa, saksi mengatakan dirinya tidak tahu kalau terdakwa mengetahui penculikan tersebut hanya rekayasa atau tidak.
Sementara saksi pertama Sandy Matindas menjelaskan bahwa dirinya mengenal terdakwa Miklan karena sama-sama bekerja pada Toar. Menurut saksi Toar diculik oleh 3 sampai dengan 4 orang dengan menggunakan mobil avanza berwarna silver. Saat kejadian Toar akan bertemu dengan teman-temannya dari KNPI Minahasa di Hotel Quality Manado. Saksi berada di belakang Toar kurang lebih 7 meter karena sedang menerima telepon. Pada saat akan menyeberang jalan Toar ditarik oleh orang tak dikenal dari dalam mobil yang kemudian melaju kencang. Saksi mengatakan bahwa penculikan tersebut memang terjadi dan Toar sempat berteriak.
Kemudian saksi Revlin Pangemanan, seorang sopir yang mobilnya disewa terdakwa ke Gorontalo mengatakan bahwa mobil tersebut dibawanya ke tempas indekos di Malalayang sambil mengikuti ter-dakwa Miklan yang membawa motor. Kemudian terdakwa menuju tempat jual pisang goreng di Malalayang, saat itu ada lelaki memakai topi yang menurut saksi tak dikenalnya. Namun, belakangan setelah kasus ini mencuat, saksi mengaku baru mengetahui kalau lelaki yang memakai topi adalah Toar.
Saksi Revlin bersama dengan terdakwa dan Toar menuju ke Go-rontalo. Nanti di Gorontalo baru saksi melihat wajah Toar. Setelah sampai di Gorontalo terdakwa pergi bersama Toar dan saksi tidak tahu mereka kemana.
Sedangkan saksi terakhir Jhon Laluas juga mengakui kalau dirinya dan Herry yang merekayasa penculikan Toar.(ipa)
|
|