|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
31 Januari 2008
|
|
Kuntag Ajak Masyarakat
Sulut Tanam Kelapa
|
Tanaman kelapa sejak dulu telah menguntungkan masyarakat Sulut. Tidak saja bagi petani, tapi juga bagi seluruh masyarakat Sulut. Bahkan juga menguntungkan negara dalam pemasukan devisa. Dan saat ini harga kelapa juga terus mengalami kenaikan.
Oleh karena itulah Asisten II Bi-dang Ekonomi dan Pembangun-an Pemprop Sulut mengajak se-luruh masyarakat Sulut untuk menanam kelapa. “Sebagai dae-rah penghasil kelapa, tentunya kita prihatin kalau saat ini ma-syarakat Sulut tidak lagi tertarik untuk menanam dan merema-jakan tanaman kelapa,” ujarnya dalam forum dialog Bakohumas Sulut, Selasa (29/01) lalu di Aula Kantor Dinas Kominfo Sulut.
Menurut Kuntag, saat ini ke-butuhan kelapa di pasaran du-nia terus meningkat. Mening-katnya kebutuhan kelapa ini disebabkan karena negara-negara maju kini mulai me-ngalihkan kebutuhan energi-nya dari minyak bumi (bahan bakar minya) ke biofuel. Bahan baku utama biofuel adalah mi-nyak nabati, di antaranya dari minyak kelapa. “Oleh karena itu harga minyak kelapa di pasaran dunia mengalami kenaikan yang cukup siginifikan. Sebagaimana diketahui saat ini harga kelapa telah mencapai Rp 6000 lebih per kilogram. Ini tentu sangat menguntungkan petani kelapa.”
Hanya saja yang sangat disa-yangkan, banyak tanaman ke-lapa di Sulut tidak lagi produktif karena sudah dimakan usia. Se-mentara petani sudah jarang melakukan peremajaan dengan menanam kembali kelapa. “Dan yang sangat memprihatinkan bahan lahan kelapa yang telah diubah menjadi properti, seperti perumahan, gudang dan lainnya. Begitu pula batang kelapa ba-nyak dibutuhkan oleh industtri meubel, sehingga pohon kelapa banyak yang sudah ditebang,” tuturnya lagi.
Sebagai daerah yang dijuluki sebagai Bumi Nyiur Melambai, atas nama Pemerintah Propinsi Sulut ia mengharapkan agar pe-nanaman kelapa menjadi pro-gram unggulan. Karena dengan menanam kelapa sebanyak-ba-nyaknya maka sekitar sepuluh tahun mendatang, Sulut bisa menjadikan kelapa sebagai sum-ber pendapatan ekonomi yang menjanjikan. “Untuk itulah revitalisasi pertanian hendak-nya terus digalakkan di semua bidang pertanian, khususnya dalam usaha menanam kelapa. Seperti yang telah disampaikan Gubernur Sulut, Pak Sarunda-jang agar petani kelapa dapat menyisihkan sepersepuluh dari hasil kelapa digunakan sebagai bibit agar peremajaan kelapa dapat berjalan,” ujarnya lagi.(jef)
|
|