CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

 
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

31 Januari 2008

Dampak Otonomi Daerah bagi Kesejahteraan Guru(1)
Oleh: Mieske Bertha Walandow, SPd

 IKUTI BERITA LAIN

Sertifikasi Guru dan Dosen, Tantangan dan Harapan(2)
Oleh: Drs Royke M Suot MSi

SURAT PEMBACA

Kelangkaan Semen Kapan Berakhir?

 COMMENTAREN

Antisipasi Kenaikan Harga
Sembako dengan Menanam

 
Otonomi daerah dilahirkan dalam semangat reformasi dan demokratisasi sebagai antitesis kekuasaan-kekuasaan sentralistik Orde Baru. Dari sisi hukum, UU No 22 Tahun 1999 dan UU No 25 Tahun 1999, mendesentralisasikan kekuasaan secara radikal dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Karena itu, ketika secara resmi mulai digulirkan tahun 2001, masyarakat menyambut dengan atusias. 
Jarak yang semakin dekat antara masyarakat dengan pe-merintah selaku penyelengga-ra kekuasaan negara di ting-kat daerah, mendorong tum-buhnya partisipasi masyara-kat. Banyak kelompok peng-awas, organisasi non pemerin-tah, lembaga penelitian dan kampus hingga kelompok aksi mahasiswa mulai mengarah-kan perhatian pada persoalan di daerah.
Kerja guru merupakan kum-pulan dari berbagai tugas un-tuk mencapai tujuan pendi-dikan. Kepuasan dalam men-jalankan tugas merupakan as-pek penting bagi kinerja atau produktivitas seseorang, ini disebabkan sebagian besar waktu guru digunakan untuk bekerja. Pada umumnya pe-kerjaan guru dibagi dua yakni pekerjaan berhubungan de-ngan tugas-tugas mengajar, mendidik dan tugas-tugas ke-masyarakatan (sosial).
Di lingkungan sekolah, guru mengemban tugas sebagai pengajar dan pendidik. Seba-gai pengajar, guru memberi-kan pengetahuan (kognitif), si-kap dan nilai (afektif), dan ke-terampilan (psikomotorik), gu-ru memiliki tugas dan tang-gung jawab moral yang besar terhadap keberhasilan siswa, namun demikian guru bukan-lah satu-satunya faktor pe-nunjang keberhasilan siswa.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah faktor perang-kat kurikulum, faktor siswa sendiri, faktor dukungan ma-syarakat, dan faktor orangtua, sementara sebagai pendidik, guru harus mendidik para siswanya untuk menjadi ma-nusia dewasa.
Guru dituntut untuk bekerja dengan memberikan pelayan-an sebaik-baiknya kepada pe-makai sekolah seperti siswa, orangtua dan masyarakat. sa-lah satu faktor yang menun-jang guru untuk bekerja se-baik-baiknya yaitu kepuasan kerja. Artinya jika guru puas terhadap perlakuan organisasi (sekolah) maka mereka akan bekerja penuh semangat dan tanggung jawab.
Kepuasan kerja (job satisfac-tion) guru merupakan sasaran penting dalam manajemen sumber daya manusia, karena secara langsung maupun ti-dak langsung dan mempenga-ruhi produktivitas kerja. Sua-tu gejala yang dapat membuat rusaknya kondisi organisasi sekolah adalah rendahnya ke-puasan kerja guru di mana timbul gejala seperti kemang-kiran, malas bekerja, banyak-nya keluhan guru, rendahnya prestasi kerja, rendahnya kua-litas pengajaran, indisipliner guru dan gejala negatif lain-nya. Sebaliknya kepuasan yang tinggi diinginkan oleh ke-pala sekolah karena dapat di-kaitkan dengan hasil positif yang mereka harapkan. Ke-puasan kerja yang tinggi me-nandakan bahwa sebuah or-ganisasi sekolah telah dikelola dengan baik dengan manaje-men yang efektif. Kepuasan kerja yang tinggi menunjuk-kan kesesuaian antara harap-an guru dengan imbalan yang disediakan oleh organisasi.
Meningkatnya kepuasan kerja bagi guru merupakan hal yang sangat penting. Kare-na menyangkut masalah hasil kerja guru yang merupakan salah satu langkah dalam me-ningkatkan mutu pelayanan kepada siswa. Adanya bebera-pa alasan mengapa kepuasan kerja guru dalam tugasnya se-bagai pendidik perlu dikaji le-bih lanjut:
Pertama: Guru memainkan peranan yang begitu besar di dalam sebuah negara. Tugas mereka bukan hanya sekedar memberikan pelajaran seperti yang terkandung di dalam ga-ris besar pengajaran dalam kurikulum formal, malah meliputi seluruh aspek kehi-dupan yang lain mungkin ti-dak tercantum dalam mata pe-lajaran secara nyata, tetapi meliputi pelajaran-pelajaran yang terkandung dalam kuri-kulum yang tersembunyi da-lam sistem pendidikan negara. Kemajuan suatu bangsa pu-nya kaitan erat dengan pen-didikan. 
Pendidikan di sini bukan se-kadar sebagai media (peran-tara) dalam menyampaikan kebudayaan dari generasi ke generasi, melainkan suatu proses yang diharapkan akan dapat merubah dan mengem-bangkan kehidupan berbang-sa yang baik.(bersambung)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin