|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
01 Juli 2008
|
|
Soal penolakan petugas
quick count LSI-JAP
Denny JA: Pilkada Sitaro, Sejarah Pertama Ditolak
|
Direktur Eksekutif Ling-karan Survei Indonesia (LSI), Denny JA menyesalkan lara-ngan terhadap lembaganya yang hendak bertugas mela-kukan perhitungan cepat (quick count) di Pilkada Si-taro. “Kejadian itu merupakan sejarah pertama terjadi, sejak lembaga ini melakukan quick count di pilkada se-Indonesia. Mudah-mudahan kejadian tersebut yang terakhir,” kata-nya kepada Komentar di Jakarta, kemarin (30/06).
Menurut Denny, lembaga-nya (LSI) sudah melakukan quick count di 45 pilkada se-Indonesia dan penolakan di Sitaro merupakan yang perta-ma terjadi. Ditegaskan Denny, dalam tugasnya melakukan quick count, LSI tetap inde-penden. “Kita tidak memihak partai mana pun,” tandasnya.
Pihaknya, hanya berupaya membantu tugas KPUD untuk mengeluarkan hasil pilkada ke masyarakat. “Hitung cepat ini juga tidak mempengaruhi hasil penghitungan akhir dari hasil pilkada oleh KPUD se-tempat,” akunya seraya me-nambahkan, tugasnya murni riset ilmiah. Selain itu, de-ngan quick count, juga bisa mengemukakan tingkat pemi-lih yaitu yang tidak memilih (golput) dan apatis publik.
Terkait peristiwa penolakan sekelompok massa terhadap petugas LSI-JAP, Denny me-nilai, belum adanya pence-rahan politik yang merata sampai ke daerah. Sedangkan Korwil Partai Golkar untuk Sulut, Rene Manembu meng-amini kejadian tersebut me-nandakan belum ada kede-wasaan berpolitik. “Ya, itu kan bentuk belum adanya kede-wasaan berpolitik,” tandas-nya. Seharusnya, elit politik memberi pencerahan terha-dap masyarakat agar bisa ber-politik santun, tambahnya.
Dia mengakui LSI sebagai lembaga independen yang bisa digunakan partai mana pun untuk mengetahui hasil pilkada secara objektif dan bukan mempengaruhi hasil pilkada. Hal tersebut seharus-nya diketahui masyarakat, tambahnya. Sebab lembaga tersebut bisa dipergunakan jasanya oleh partai mana pun.
Seperti diketahui, sebanyak 136 petugas quick count dari LSI-JIP (Lingkaran Survey Indonesia-Jaringan Isu Publik), dihadang sekelom-pok massa di Siau. Relawan LSI-JIP yang menumpang kapal ‘Margareth’ tak diizin-kan turun oleh massa saat merapat di Pelabuhan Ulu, Siau untuk melakukan hitung cepat terhadap hasil pil-kada.(zal)
|
|