|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
01 Juli 2008
|
|
Dinilai mulai mengancam kesehatan warga
Pengoperasian TPA Mobongo Diminta Dihentikan
|
Pemkab Minsel didesak untuk segera menghentikan pengoperasian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di perkebunan Mobongo, Desa Kawangkoan Bawah Kecamatan Amurang Barat. Ini dikarenakan bau busuk dari pembuangan sampah tersebut dirasakan sangat mengganggu kenyamanan masyarakat.
Ditegaskan Wempie M Wa-rokka, beroperasinya TPA di perkebunan Mobongo itu, membuat masyarakat sekitar cemas, karena berpotensi me-munculkan penyakit yang aki-bat pembuangan sampah ter-sebut. “Guna mencegah jangan sampai ada dampak negatif yang ditimbulkan akibat peng-operasian TPA Mobongo itu, kami mengharapkan lokasi ter-sebut segera dipindahkan ke lo-kasi yang lebih layak lagi,” kata Warokka yang mengaku per-nyataannya ini mewakili suara protes warga setempat.
Pemkab Minsel diharapkan secepatnya mengatasi masalah ini karena pada musim peng-hujan tiba, kotoran sampah-sampah dari TPA itu, terbawa air hujan hingga ke lokasi pe-mukiman. Sehingga membuat, rumah penduduk dikotori sam-pah dan bau busuk yang cu-kup menyengat.
“Pengadaan TPA itu, memang demi kepentingan masyarakat dan nama baik Pemkab Minsel. Apa guna, kita mengejar peng-hargaan Adipura 2009 sebagai kota bersih. Tapi nantinya, war-ga masyarakat dikorbankan de-ngan segala macam penyakit. Ini jelas patut dihindari dan disayangkan,” ketus Warokka.
Juru bicara Pemkab Minsel, Andre Winowatan SSTP MSi, ketika dihubungi menyatakan, khusus untuk pengadaan loka-si TPA di Minsel. Pemkab Min-sel telah berupaya untuk mene-liti soal keabsahan TPA lewat pihak Amdal (Analisis Dampak Lingkungan). Teknis pengo-laannya dilakukan secara mo-dern tanpa merusak lingku-ngan dan merugikan masya-rakat seputar kesehatan.
Winowatan menambahkan, TPA Mobongo sudah disurvei pihak Pemrop Sulut dan Peme-rintah Pusat. Dan mereka telah sepakat akan memberikan bantuan guna meminimalisasi terjadinya polusi. “Pengope-rasian TPA Mobongo, saat ini masih bersifat sementara. Se-suai rencana akan dilakukan pengolahan sampah secara modern, jadi warga diminta bersabar dan tak perlu kha-watir soal kesehatan,” jelas Wi-nowatan.(pen)
|
|