|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Tenggara |
01 Juli 2008
|
|
Nasib Onibala masih belum jelas
KPUD Minta Lepaskan Jabatan, Mokat Bersikeras Tunggu Penetapan
|
Sikap Drs Adri Mokat yang enggan lengser dari kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Mitra, terus menjadi polemik di Mitra. Ini dikarenakan rencana penyerahan tugas Sekda dari Adri Mokat kepada Drs Mecky Marthen Onibala yang telah terjadwal Senin (30/06) kemarin, akhirnya tertunda dengan berbagai alasan.
Menyikapi ini, Ketua KPU Minsel, Ir AOD Pangaila ketika dikonfirmasi mengatakan, pi-haknya telah berusaha men-desak agar Mokat segera me-nyerahkan kursi Sekda ke Onibala, seperti yang diminta-kan dalam surat perintah Gu-bernur. “Pokoknya jika Mokat belum melaksanakan SP Gu-bernur, KPU tidak akan me-netapkan nama Adri Mokat dalam penetapan calon tetap,” tegas Pangaila yang mengaku sedang menjalankan tugas di Propinsi Banten bersama rekan-rekannya.
Sedangkan Sekda Mitra, Drs Adri Mokat saat dimintai pen-jelasannya menyatakan bah-wa penundaan agenda penye-rahan tugas Plt Sekda dise-babkan karena personel KPU Minsel dan Bupati Mitra Drs Albert Pontoh hingga kini ma-sih berada di luar daerah. “Saat ini KPUD Minsel masih berada di luar daerah semen-tara Pak Bupati juga berada di Jakarta, “ tandas Mokat. Namun dirinya memastikan bahwa jabatan Sekda akan di-serahterimakan Rabu (02/07) pagi, jika KPU Minsel di Mitra telah melakukan rapat pleno menetapkan dirinya sebagai calon tetap pada papan dua Pilkada Mitra.
Sementara itu, beragam pendapat terus berkembang di kalangan masyarakat Mit-ra. “Seharusnya Pemkab Mit-ra jangan menjadikan kebera-daan Penjabat Bupati Mitra, Drs Albert Pontoh MM, yang hingga saat ini masih di Ja-karta, sebagai alasan menun-da pelantikan Onibala. Bila ada data yang harus dibawa ke pusat, Pak Pontoh kan da-pat mendelegasikan ke staf atau bawahannya. Bukan semua-semuanya harus Pak Pontoh yang urus,” ujar Fenly Ran-tung dan Jeldy Kuhu dari Ger-mud (Generasi Muda) Mitra.(dax)
|
|