|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berita
Minahasa Selatan
|
01 Juli 2008
|
|
Sebagian berdomisili di luar Minsel
Subsidi BBM Pejabat = Hamburkan Uang Rakyat
|
Kecaman dan protes ma-syarakat Minsel terhadap banyaknya pejabat Minsel yang sampai saat ini masih tinggal di luar Minsel, se-pertinya tak dihiraukan para oknum-oknum pejabat terse-but. Warga menilai aksi ting-gal di luar Minsel ini hanya menghambur-hamburkan uang rakyat.
Dikatakan tokoh pemuda Minsel, Robert Lonteng, dana subsidi BBM yang untuk mobnas masing-masing peja-bat 10 liter per hari, ini ben-tuk pemborosan. Sebab alo-kasi anggaran subsidinya akan bertambah manakala si oknum pejabat tersebut ma-sih berdomisili di luar dae-rah.
“Bertolak alasan ini, kami mendesak Pemkab Minsel un-tuk menghapus dan memba-talkan subsidi BBM kepada setiap pejabat di Minsel. Se-baiknya dana yang mencapai puluhan juta per hari itu di-alokasikan saja kepada warga yang membutuhkan, atau di-kumpul guna program pem-bangunan di Kabupaten Min-sel secara menyeluruh,” tan-das Lonteng.
Selain itu, top eksekutif Pemkab Minsel jangan hanya tutup mata soal banyaknya pejabat yang masih berdo-misili di luar Minsel. Ini me-nurutnya harus ditindak-lanjuti dengan adanya sikap tegas berupa sanksi terhadap para oknum pejabat tersebut. “Bila ini hanya dibiarkan begitu saja, subsidi BBM for pejabat sama halnya dengan menghamburkan uang rak-yat,” beber Lonteng.(pen)
|
|